Takfir Itu Bukan Soal Gaya-Gayaan

Takfir itu bukan soal berani atau untuk gaya-gayaan supaya kelihatan tegas, tapi ia murni merupakan pengamalan dari ilmu, dan karena ada kebutuhan di dalamnya.

Sebab, status muslim atau kafir itu imbasnya ke banyak hal, mulai dari status keabsahan perkawinan, status sembelihannya, kebolehan mensholatkan, dan lain-lain.

Dan juga sebagai pelajaran bagi yang lain agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang ternyata bisa menjerumuskan pada kekafiran.

Adapun hukum asal dari takfir adalah berhati-hati, karena terdapat ancaman keras dari Nabi bahwa jika serampangan atau gampang mentakfir maka kekafiran akan kembali ke dirinya.

Maka yang berhati-hati dalam takfir jangan dibully. Sebagian ulama mengatakan: Salah dalam menghukumi muslim seorang murtad, lebih ringan daripada menghukumi kafir seorang yang masih muslim.

Ustadz Ristiyan Ragil Putradianto

Kenapa Sibuk Mentahdzir Ahli Bid’ah?

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan: Kenapa sibuk mentahdzir ahli bid’ah, padahal umat sedang menghadapi permusuhan Yahudi dan Nashara serta orang-orang sekuler?

Jawaban: Kaum Muslimin tidak akan mungkin mampu untuk melawan Yahudi dan Nashara kecuali jika mereka telah mampu mengatasi berbagai bid’ah yang ada di tengah-tengah mereka. Jadi mereka mengobati penyakit yang ada pada diri mereka terlebih dahulu, agar mereka mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara.

Adapun selama kaum Muslimin masih terus menyia-nyiakan agama mereka dan suka melakukan berbagai bid’ah dan hal-hal yang diharamkan serta meremehkan dalam menjalankan syari’at Allah, maka mereka tidak akan mungkin mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara.

Hanyalah orang-orang kafir itu dijadikan menguasai umat Islam disebabkan karena mereka menyia-nyiakan agama mereka. Maka wajib membersihkan masyarakat dari berbagai bid’ah dan dari berbagai kemungkaran. Juga wajib melaksanakan perintah-perintah Allah dan perintah-perintah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam sebelum kita memerangi Yahudi dan Nashara.

Kalau tidak demikian, maka jika kita memerangi Yahudi dan Nashara dalam keadaan seperti ini, kita tidak akan mungkin mengalahkan mereka selama-lamanya. Justru merekalah yang akan mengalahkan kita dengan sebab dosa-dosa yang kita lakukan.

📚 Sumber artikel: Al-Ijaabaat Al-Muhimmah Fil Masyaakilil Mudlahimah, hal. 208-209.

Blog at WordPress.com.

Up ↑