Adab Para Ulama

Tiga Ulamâ’ berada dalam satu majelis

As-Syaikh Al-Albâniy, as-syaikh bin Bâz, dan as-syaikh Ibnu ‘Utsaimîn rahimahumullâh.

Pada musim haji, dan waktu itu adalah akhir tahun haji, di dalamnya ada as-syaikh Al-Albâniy rahimahullâh, dan amîr jalsah (pemimpin pertemuan) adalah as-syaikh bin Bâz, dan berbagai macam pertanyaan pun diajukan, dan as-syaikh rahimahullâh mendapatkan soal-soal tersebut, dan jika soal berkaitan dengan perkara fiqh beliau mengirimkannya ke as-syaikh Ibnu ‘Utsaimîn, dan jika berkaitan dengan masalah hadîts as-syaikh mengarahkannya ke as-syaikh Al-Albâniy, dan jika soal berkaitan dengan bertemakan i’tiqâd maka as-syaikh bin Bâz sendiri yang menjawabnya.

Dan tunggulah para jamâ’ah shalat, siapakah yang akan shalat zhuhur bersama mereka (menjadi Imâm), dan waktu itu mereka ada di Minâ ?.

Dan tiba-tiba as-syaikh ‘Abdul ‘Azîz rahimahullâh berkata kepada as-syaikh Al-Albâniy: “Majulah wahai Abû ‘Abdirrahman shalatlah bersama kami, engkau imâm kami.”

Lalu as-syaikh Al-Albâniy berkata: “Tidak. Tidak, engkaulah syaikh kami.”

Dan tiba-tiba as-syaikh bin Bâz rahimahullâh berkata kepada beliau: “Kita semua dalam Al-Qurân sama, sementara engkau lebih ‘âlim dari kami dalam masalah hadîts rasûlillâh, majulah wahai Abû ‘Abdirrahman.”

Dan as-syaikh Al-Albâniy pun maju mengimami mereka.

Dan ketika itu beliau menoleh ke as-syaikh bin Bâz dan beliau berkata kepadanya: “Wahai syaikh kami Aku shalat mengimami manusia dengan shalat rasûlillâh, ataukah Aku ringankan.”

Dan as-syaikh bin Bâz menjawab: “Shalatlah bersama kami dengan shalat rasûlillâh, ajarkan kami wahai syaikh bagaimana rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam dahulu shalat ?.”

Lihatlah kepada Adab ?.

Ibnu Bâz berkata kepada Al-Albâniy: “Ajarkanlah kami wahai syaikh!!.”

Ini merupakan adab di antara para ‘ulamâ’, dan inilah akhlâq para ‘ulamâ’.”

Alangkah butuhnya kita kepada peneladanan kepada mereka yang memiliki keutamaan ini

Dan kita akan berjalan di atas jalan mereka dalam masalah adab, akhlâq, dan bersikap tawâdhu’ pada apa yang ada di antara mereka.

IG Penerjemah: @mencari_jalan_hidayah

Yang Menjadi Patokan Ibadah

Syaikh Al-Albani rahimahullah:

“Yang menjadi patokan bukanlah banyaknya ibadah, namun yang menjadi patokan adalah kesesuaiannya di atas sunnah dan jauh dari bid’ah”

(Al Silsilah Ash Shahihah V/1314)

Antara Satu dan Seribu Dalil

“Seseorang yang mencari kebenaran, satu dalil sudah mencukupi baginya.

Seseorang yang berada di atas hawa (kesesatan)nya, 1000 dalil tidak akan menjelaskan untuknya.”

(Syaikh Albani rahimahullah)

Blog at WordPress.com.

Up ↑