Teruntuk: Ciwi-Ciwi

Jika elo masih bodoh dalam perkara agama, setidaknya elo masih bisa menghargai dan menghormati diri elo sendiri sebagai seorang Muslimah serta hakikat tujuan syariat hijab dan niqab.
.
Bukannya elo malah mengumbar selfie agar dilihat dan terlihat banyak orang yang bukan mahram elo. Itu sama saja elo ngerendahin dan melecehkan diri elo sendiri sebagai seorang Muslimah dengan harga murah dan hakikat tujuan syariat hijab serta niqab.
.
Juga, bukannya elo joget-joget di video seperti barisan wanita jahiliyyah. Itu sama saja elo ngerendahin dan melecehkan diri elo sendiri sebagai seorang Muslimah dengan harga murah dan hakikat tujuan syariat hijab serta niqab.
.
Jangan marah, baik sekarang ataupun kelak, kalau banyak orang yang akan merendahkan dan melecehkan elo sepanjang kehidupan elo, karena balasan sesuai dengan amal.
.
Sudah bodoh, sudah tidak bisa menghormati dan menghargai diri sendiri sebagai seorang Muslimah ditambah tidak menghormati hakikat tujuan syariat hijab serta niqab.
.
Kalau elo emang Muslimah, mana rasa malu elo ?
.
Jangan juga elo bilang “Cewe selalu benar dan ngga bisa dilawan”. Pikir pake otak elo yang paling waras, kenapa penghuni neraka itu kebanyakan perempuan dan kenapa pengikut Dajjal kebanyakan kaum perempuan.
.
Atha bin Yussuf

Korban Bajul Buntung

Seorang remaja putri 17 thn bunuh diri di Mesir. Ia tak tahan menanggung rasa malu, karena fotonya diedit tidak senonoh dan diposting di medsos oleh bajul yg ditolak cintanya.

Hati-hati buk ibuk, dek adek … jangan selfie atau share foto sembarangan, karena banyak bajul nekad mengintai di air yg tenang.

Cadar: Antara Dalil dan Fashion

Dulu kaum muslimah di tahun 90-an, ketika ingin bercadar, mereka akan menyerbu toko-toko buku atau maktabah untuk mencari dan mengumpulkan semua dalil tentang cadar.

Mereka menelusuri pendapat-pendapat yang dikemukakan ahli ilmu dalam hal ini baik pendapat yang mewajibkan, menyunnahkan atau sebatas membolehkan.

Kami bertukar pikiran dengan para akhwat senior saat itu yang telah bercadar bertahun-tahun sekaligus menimba pengalaman hidup dari mereka sehingga ketika pulang hati penuh dengan semangat spiritual yang tinggi.

Kami membaca, menelaah, meneliti dan memahami lalu shalat dan berdoa memohon dan meminta petunjuk kepada Allah agar Allah memberikan taufik dan hidayah pada permasalahan ini.

Akan tetapi. . .

Di zaman ini bila anda berjumpa dengan salah satu akhwat muda yang bercadar dan bertanya mengapa mereka bercadar, mereka akan menjawab bahwa alasannya karena ingin tampil seperti para akhwat artis medsos di Facebook, Instagram dan media sosial lainnya yang terlihat cantik dengan cadar. Mereka, para akhwat di medsos, banyak menampilkan foto selfi atau pose-pose lain yang tidak bersahaja bahkan lebih menekankan nilai fashion di balik cadar yang mereka kenakan.

Ketika akhwat muda tadi yang mengikuti trend cadar selfi ditanya dalil atau alasan syar’i sama sekali tidak bisa menjawab sebab keputusan mereka bercadar bukan dilandasi ilmu namun hanya mengikuti para akhwat artis medsos -terutama instagram-.

Saudariku..

Bercadar adalah syariat Islam maka sebagaimana syariat Islam lainnya begitu perlu dan penting engkau mengilmui syariat cadar yang disepakati para ulama bahwa semua istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah wanita bercadar.

Ukhti, pastikan bahwa engkau mengetahui dalil-dalil sebelum beramal dan keputusanmu bukan karena latah dan ikut-ikutan agar kita tidak termasuk dalam kaum Nasrani yang beramal tanpa ilmu.

Imam Bukhari membuat bab tersendiri tentang pentingnya ilmu sebelum beramal dengan bab yang berjudul “Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan” Ini menunjukan pentingnya ilmu sebelum beramal dan ini merupakan syarat sahnya amal, perkataan maupun perbuatan.

Dengan ilmumu tentang cadarmu diharapkan bernilai disisi Allah dan kita akan berhati-hati dalam setiap melangkah atau berbuat dengan cadar yang menutupi wajah kita. Dengan kata lain, engkau tidak semena-semena dalam bersikap di medsos mengikuti para akhwat dengan cadar selfi yang jauh dari kesahajaan. Hormati dan junjung tinggilah cadar yang engkau kenakan.

Dan dengan ilmu akan menjadi penggerak seseorang istiqamah dalam mengenakannya karena dalil telah mengakar di hati dan menghujam jiwa sehingga engkau pun tidak akan buyar ketika diterpa syubhat yang bisa datang dari orang-orang yang tidak menyukainya.

Dengan ilmu, selembar kain yang menutupi wajah seorang muslimah akan mengangkat kehormatannya karena ia sadar selembar kain tersebut adalah sebuah syariat, bukan hanya selembar kain yang dipakai justru untuk menarik perhatian banyak orang terlebih lawan jenis. Wallahu a’lam bish-shawwab.

_
Penyusun: Ustadzah Funy Ummu Raihanah (Alumni LIPIA)
Editor & Penyunting: Yani Fahriansyah (2017)

Blog at WordPress.com.

Up ↑