Kerugian Hakiki Kaum Musyrikin

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اَفَغَيْرَ اللّٰهِ تَأْمُرُوْٓنِّيْۤ اَعْبُدُ اَيُّهَا الْجٰـهِلُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), “Apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh?””

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 64)

اَ لَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَا لِصُ ۗ وَا لَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَاۤ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰى ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّا رٌ

“Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.”

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 3)

وَلَـقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِ لَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَئِنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.”

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 65)

*****

Maka sangat rugi orang-orang yg berbuat syirik kepada Allah sebagaimana kafir Quraisy, yang menjadikan orang-orang shaleh yg sudah mati dan atau kuburannya sebagai perantara doa dan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagaimana saat ini sebagian orang yang mengaku muslim menjadikan permintaan kepada Rasulullah, Syaikh Abdul Qadir Al Jilani, dan kuburan para mursyid mereka sebagai perantara doa. Musnah sia-sia semua amal mereka, dan mereka diancam kekal dalam api neraka. Na’udzubillahi min dzaalik.

Hendaknya manusia berhati-hati dengan lafadz-syair-lagu shalawat palsu yang isinya meminta pertolongan kepada Rasulullah, bahkan memposisikan Rasulullah sebagai dzat pemberi perlindungan, keselamatan dll yang hanya bisa dilakukan oleh Allah saja, karena ini sudah termasuk ke dalam syirik rububiyah yg menyebabkan seseorang kekal di neraka.

Abu Lahab dan Abu Jahal dan musyrikin Quraisy, merekapun merasa berada di atas kebenaran, mengklaim diri sebagai pengikut Ibrahim, menuduh Muhammad gila dan perusak tradisi nenek moyang dalam beribadah.

Abu Lahab berjenggot, bergamis, berbahasa Arab dengan sangat fasih, berwajah ganteng berseri kemerahan, berpostur gagah sempurna.

Tapi … mereka itulah kaum musyrikin yang dikutuk selamanya.

Padahal mereka mengakui keesaan Allah sebagai pencipta dan pemelihara manusia dan alam semesta, dan mereka merasa mewarisi keyakinan yang dibawa Ibrahim ‘alaihissalam.

Lalu di mana salahnya?

Salahnya adalah karena mereka memperantarai doa melalui orang-orang yang sudah mati, yang oleh sebab itu mereka jatuh ke dalam kesyirikan besar yang menyebabkan mereka keluar dari agama Nabi Ibrahim.

Bahkan mereka menolak dengan keras terhadap dakwah Rasulullah yang melarang mereka memperantarai doa kepada Allah melalui orang mati, mereka membubarkan dakwah Rasulullah bahkan memeranginya.

Kelakuan yang mirip dengan sebagian manusia yang mengaku sebagai muslim dan mengaku paling toleran.

Inti Kesyirikan Kaum Quraisy

Dahulu ketika kaum musyrikin Makkah diajak untuk mengucapkan ‘Laa ilaaha illa-llaah’, mereka menolak. Mereka menolak karena mereka tahu bahwa kalimat syahadat ini membawa pada konsekuensi yg mana mereka harus meninggalkan semua sesembahan dan berhala yg biasa mereka sembah di sekitar Makkah.

Dan (mereka) berkata: “Apakah kami akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kami demi seorang penyair gila?” [QS as-Saffat: 36]

Ironisnya sekarang, banyak yang mengucapkan syahadat tetapi tidak konsisten dengan persaksiannya itu, yaitu dengan tetap berharap berkah dari kuburan bahkan mahluk selevel kerbau, percaya kalung jimat dan keris sebagai pelindung dari bahaya, mendatangi dukun “orang pinter” untuk meramal nasib, yg semua itu intinya percaya kepada Allah tetapi masih melakukan kesyirikan.

Semoga kita tidak termasuk orang2 yg disebutkan dalam Al Quran:

“Dan kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Allah melainkan mereka mempersekutukanNya” [QS Yusuf: 106]

Juga, banyak muslimin malah melakukan pembatal keislaman dengan memperantarai doa melalui penghuni kubur, yang menjadi penyebab kesyirikan kaum kafir Quraisy sebagaimana disebutkan dalam Al Quran:

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

“Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. [Az-Zumar: 3]

Sungguh kita harus bersyukur atas hidayah yang Allah berikan, Allah lembutkan hati kita untuk memahami dan menerima ayat ini, sementara di luar sana bahkan ada tokoh agama yang kelakuannya mirip dengan musyrikin Quraisy: meminta-minta kepada penghuni kubur atau memperantarai doa melalui penghuni kubur.

Bahkan sebagian kaum muslimin saat ini lebih buruk dari kaum musyrikin zaman Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, yang mereka ketika ditimpa bencana atau kesulitan maka mereka meminta /berdo’a hanya semata kepada Allah dan mengesampingkan berhala-berhala.
Sedangkan sebagian kaum muslimin saat ini ketika berada dalam kesulitan, mereka malah meminta kepada para penghuni kubur.

1 Muharram,
Saatnya hijrah dari kesyirikan.

Blog at WordPress.com.

Up ↑