Dosa yang Diwariskan

Bila engkau menyayangi orang tuamu di alam kubur, jangan perberat hisab atas mereka karena dosa-dosa yang engkau perbuat, jangan teruskan kebiasaan buruk yg mereka wariskan kepadamu semisal merokok, memaki, berbuat bid’ah, apalagi berbuat syirik.

Doa Orang Tua untuk Anaknya

Mengapa doa orang tua kepada anaknya merupakan salah satu doa yang Allah kabulkan?

Karena merekalah orang yang paling tulus dalam mendoakan.

Doa yang khusyuk bersumber dari lubuk hati yang terdalam, tak jarang pula diselingi dengan tangisan.

Ketika mendoakan kebaikan, doa tersebut betul-betul tulus diucapkan.

Doa yang muncul dari rasa cinta dan harapan.

Mendoakan agar anak hidup bahagia, sekalipun orang tua tak ikut merasakan.

Mendoakan agar anak senantiasa dicukupi kekayaan, sekalipun diri sendiri hidup kekurangan.

Mendoakan agar anak sholeh, meski mungkin saja diri pribadi belum mencapai derajat kesholehan.

Pun begitu pula dengan doa keburukan,

Ketika doa ini terlontarkan, tak ada lain dan bukan karena dari hati yang terdalam.

Itulah sebabnya mengapa kita sebagai orang tua hendaknya membiasakan kata-kata baik untuk diucapkan.

Betapapun marahnya, betapapun kesalnya,

Tahanlah lisan dari mendoakan keburukan.

Karena ketika doa itu terkabulkan, kesedihan pasti ‘kan kita rasakan.

Atas apa yang menimpa anak akibat doa buruk yang terucap di lisan.

Anak tetaplah anak, bagaimanapun keadaan, yang selalu kita cinta tanpa berharap balasan.

Selalu doakanlah untuk mereka kebaikan, Semoga Allah senantiasa mengabulkan.

(Boris Tanesia)

Sebagaimana Seseorang Berbakti Hari Ini Kepada Orang Tuanya

Seorang berkisah bahwa lima puluh tahun yang lalu, saat masih remaja, dia berangkat haji bersama ayahnya dan bergabung dengan kafilah unta.Ketika telah jauh melewati perkampungannya, ayahnya hendak menunaikan hajat. Lantas ia, sebagai anak, membantu menurunkan ayahnya di dekat sebuah sumur. Sang ayah lalu bergegas ke sumur tersebut.

Ayahnya berkata kepadanya:”Berangkatlah terlebih dahulu bersama kafilah. Nanti aku menyusul kalian.”Dia pun segera mengikuti titah sang ayah. Waktu berlalu dan ia merasa kafilahnya telah melakukan perjalanan jauh dan begitu jauh dari sang ayah.Tak disangka, ia segera berbalik lari menjemput ayahnya. Setelah mendapati sang ayah, dia menggendong ayahnya itu (meletakkan di bahu/punggung -ed).Sambil berjalan menelusuri padang pasir, sang anak merasakan ada sesuatu berjatuhan di bagian mukanya.”Saat kugendong ayahku, aku merasakan ada sesuatu berjatuhan di wajahku. Ternyata itu adalah air mata ayah. Aku bertanya kepada ayah, ‘apakah ayah takut bahuku terasa pegal?'”Sang ayah menjawab:”Tidak nak. Aku meneteskan air mata bukan karena itu tetapi aku teringat bhw dulu di tempat ini pula aku menggendong ayahku.”

Hikmah: Sebagaimana seorang berbakti hari ini kepada orang tuanya demikian pula ia akan mendapat bakti dari anak-anaknya kelak. Dan bisa jadi ia mendapat bakti dari anak-anaknya di tempat ia dahulu berbakti kepada orang tuanya.
Seseorang berkata:”Bumi di mana engkau pernah menolong ibu atau ayahmu, bisa jadi kelak adalah tempat di mana anakmu menolongmu, tepat di pijakan yang sama. Lalu melelehlah air matamu memaknai kebaikan terbalas kebaikan.”Rabbana, mudahkan kami berbakti

Sumber: sebuah laman FB timur tengah
Alih bahasa: Yani Fahriansyah

Blog at WordPress.com.

Up ↑