Tafsir Sesat Wihdatul Wujud

1. Tafsir para ahli wihdatul wujud (manunggal, bersatu dengan Allah)

Para ahli wihdatul wujud – seperti Ibnu Aroby dan yang sepertinya – mereka mengatakan:

( لا اله الا الله )

Adalah tidak ada yang disembah melainkan Allah, atau tidak ada yang ada melainkan Allah, maknanya ini adalah bahwa semua yang disembah (diibadahi ) seluruhnya adalah Allah, karena menurut mereka bahwa yang ada ini tidak terbagi antara pencipta dan makhluk, semuanya adalah Allah, inilah sebab mereka dinamakan ahli wihdatul wujud, mereka menjadikan yang ada ini bersatu dan tidak terbagi

Maka apapun sesuatu yang manusia sembah, berarti ia telah menyembah Allah, orang yang menyembah sapi, orang yang menyembah berhala … semuanya mereka menyembah Allah, karena Allah adalah wujud yang mutlak.

Sedangkan (terhadap) orang yang mengatakan: bahwa yang ada itu terbagi kepada dua bagian, yaitu pencipta dan makhluk, mereka mengatakan tentangnya: sungguh ia musyrik

2. Tafsir Ahlu Sunnah Wal Jama’ah

Bahwasanya ( لا اله الا الله ) maknanya adalah: tidak ada yang disembah dengan benar kecuali Allah, karena yang disembah itu sangatlah banyak, akan tetapi yang disembah dengan benar Dia adalah Allah saja, sedangkan yang selainnya, menyembahnya merupakan kebatilan, sebagaimana Allah ta’ala berfirman :

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. ( QS Al Hajj 62 )

Diterjemahkan dan diringkas oleh Saudaramu La Ode Abu Hanafi dari kitab Silsilah Syarah Rosail 1/393 – 395 karya Sholeh Al Fauzan. Cetakan Dar alamiah


https://t.me/joinchat/-vI7te0yyQFkZDJl

https://t.me/joinchat/TBy3LmAjigbiQgtF

Blog at WordPress.com.

Up ↑