Bukan Sok Suci tapi Malu, Bukan Jujur tapi Kurang Ajar

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa malu itu sebagian dari iman.

Jika orang risau dengan dosanya dan bahagia dengan amal salehnya, maka itu tanda ada iman dalam hatinya.
Sebaliknya, orang yang maksiat lalu dengan bangga menceritakan kemaksiatannya atau terang-terangan bermaksiat, maka ini maknanya sudah dieman Allah, disayang Allah, ditutupi aibnya dan diberi kesempatan bertaubat, tapi malah tidak menghargai tutup dari Allah itu dan merobeknya. Ini bukan jujur, tapi kurang ajar, tak tahu malu dan tak tahu diri kepada Allah.

Oleh: Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin)


Yang juga dikuatirkan, maksiat tersembunyi yang diulang-ulang, akhirnya Allah tampakkan di depan manusia banyak.

Blog at WordPress.com.

Up ↑