اني قد رزقت حبها…….

Sungguh aku telah dikaruniai cintanya…..

**
Cinta sejati harus teruji oleh waktu, saling memprioritaskan namun bukan cinta buta.

Tidak ada romansa paling agung didunia ini selain kisah cinta Rasulullah dg ibunda Khadijah.

Al Mubarakfuri didalam tarikhnya ar Rahiqul Maktum mengomentari sosok ibunda Khadijah;

“Beliau merupakan nikmat yg paling agung bagi Rasulullah. Selama seperempat abad hidup bersama nya, ia senantiasa menghibur saat beliau cemas, memberikan dorongan disaat² paling kritis, menyokong penyampaian risalah nya dan selalu membela beliau baik dg jiwa maupun dg harta”.

Rasulullah bertutur; “Allah tidak memberikan ganti kepadaku yg lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku di saat manusia tidak beriman, ia membenarkanku di saat manusia mendusta, ia mengeluarkan hartanya untukku dan Allah mengaruniakanku anak darinya sementara tidak dikaruniakan dari selainnya…(Musnad Ahmad)

Ketika beliau mendoakannya “Yaa Allah jadikanlah Khadijah bercahaya”
Ibunda Aisyah pun cemburu lalu mengatakan;

“Engkau masih ingat dg wanita Quraisy yg sudah tua renta dan sudah lama meninggal dunia, sungguh Allah telah memberikan kepadamu ganti dg wanita yg lebih baik darinya”. (HR Bukhari)

Beliau tidak mampu menyembunyikan perasaannya dan sering menyebut² nama Khadijah. Ibunda Aisyah pun mengomentari;

Khadijah…Khadijah… seakan² tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah…..

Rasulullah berkata; “Memang begitulah keutamaan Khadijah, darinyalah aku mendapatkan anak”. (HR Bukhari)

Innii qad ruziqtu hubbahaa….
Sungguh aku telah dikaruniai cintanya…
(HR Muslim)

Bahkan beliau sama sekali tidak pernah melupakan Khadijah hingga empat belas tahun setelah wafatnya.

Agung Bursyaga

Khadijah Wanita Karir?

Khadijah radhiallahu’anha sering dijadikan dalih bagi para wanita yang menjadi wanita karir, sering keluar rumah untuk bekerja dan lainnya.
Khadijah radhiallahu’anha memang adalah seorang saudagar yang kaya raya dan punya kedudukan di masyarakat Quraisy ketika itu. Namun kenyataannya jauh sekali antara Khadijah dan kebanyakan wanita karir zaman sekarang.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:

أَتَى جِبْرِيلُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، فَقالَ: يا رَسولَ اللَّهِ: هذِه خَدِيجَةُ قدْ أتَتْ معهَا إنَاءٌ فيه إدَامٌ، أوْ طَعَامٌ أوْ شَرَابٌ، فَإِذَا هي أتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِن رَبِّهَا ومِنِّي وبَشِّرْهَا ببَيْتٍ في الجَنَّةِ مِن قَصَبٍ لا صَخَبَ فِيهِ، ولَا نَصَبَ

“Malaikat Jibril mendatangi Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, kemudian ia berkata: wahai Rasulullah, istrimu Khadijah sedang datang kepadamu membawakan wadah yang di dalamnya ada idam, atau makanan atau minuman. Jika ia datang maka sampaikanlah salam dari Allah dan dariku kepadanya. Dan sampaikan kabar gembira baginya berupa rumah di surga yang terbuat dari mutiara yang berongga, yang tidak ada kelelahan di sana dan tidak ada kesulitan” (HR. Bukhari no. 3820, Muslim no. 2432).

Perhatikan, walaupun beliau orang terpandang dan saudagar kaya, tetap saja beliau berkhidmat kepada suaminya, melayani suaminya dengan maksimal, bahkan beliau sendiri yang membuatkan makanan dan minuman untuk suaminya.

Dalam hadits tentang turunnya wahyu kedua kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Perhatikan apa yang terjadi setelah Nabi melihat Malaikat Jibril. Dari Abu Salamah bin Abdirrahman, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

فَأَتَيْتُ خدِيجَةَ فقلتُ : دَثِّرُونِي وصبُّوا عليَّ ماءً بارِدًا ، وأُنْزِلَ عليَّ : { يَا أَيُّهَا المُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ}

“… Lalu aku bergegas pulang menemui Khadijah lalu aku berkata, ‘Selimutilah aku. Dan tuangkanlah air dingin pada tubuhku’. Lalu turunlah ayat: ‘Yaa ayyuhal muddatsir, qum fa-anzhir warabbaka fakabbir (Wahai orang yang berselimut, bangunlah dan berilah peringatakan. Dan Tuhan-mu, agungkanlah)’”” (HR. Bukhari no. 4924).

Perhatikanlah, Khadijah radhiallahu ‘anha selalu stand by ada di rumah sehingga ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pulang, Khadijah ada di rumah. Bukan sedang bekerja atau di luar rumah. Dan beliau pun bersegera melayani kebutuhan suaminya.

Dan Khadijah radhiallahu’anha juga ibu yang baik dan sukses dalam mendidik anak-anaknya. Tercermin dalam kebaikan akhlak dan kesalihan putra-putri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Maka hendaknya kaum Muslimah merenungkan hal ini. Bekerja bagi wanita memang boleh dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Dan salah satu syaratnya, tidak boleh sampai melalaikan tugas utamanya sebagai istri dan ibu. Ambilah ibrah dari sosok Khadijah radhiallahu’anha.

Yang ingin menyelami bagaimana kehidupan sehari-hari Khadijah radhiyallahu’anha bisa baca buku berikut ini: “Khadijah Teladan Agung” karya Ibrahim Muhammad Hasa

Blog at WordPress.com.

Up ↑