Reuni

Saya sudah melihat dengan mata kepala sendiri dan juga dari beberapa kabar yg saya dengar.

Seringkali rumah tangga yang awalnya baik-baik saja tiba-tiba menjadi tidak baik bahkan rusak setelah mengikuti “REUNI”.

Dilihat dari pattern-nya penyebab kerusakannya yang paling umum ada 2.

  1. Selingkuh, setelah benih-benih cinta yang pernah ada dipendam sedalam-dalamnya karena sudah berpisah karena keadaan mulai muncul lagi setelah ketemu. Bahkan yang dulunya biasa-biasa saja tiba-tiba menjadi suka karena merasa setelah lama tidak betemu terlihat makin cantik dan makin ganteng.
  2. Karena iri. Sering kali Reuni ini menjadi ajang pamer kesuksesan. Yang kemudian orang yang tidak sesukses mereka mulai iri dengan keadaan kawan-kawannya yang sudah sukses. Mulailah mengeluh kenapa suaminya ga seperti suami mereka, kenapa istrinya ga seperti istri mereka, mulai ungkit-ungkit hal-hal kecil yang kemudian jadi api-api percikan terbakarnya tali indah rumah tangga.

Semoga Allah jaga keluarga kita dari segala fitnah.

Indra Zulfi Mushoddaq

Rumah yang Tertutup Terus

Mba, Rumahnya kok tutupan terus sih?
Pernah ga dapat komentar kayak begitu? Saya pernah.

Mau tau kenapa rumah kami selalu ditutup pintunya?

👉Pertama , Setiap hari yang dirumah hanyalah istri dan anak. Suami bekerja pergi pagi pulang sore. Pintu rumah selalu ditutup karena di dalam rumah saya cuma memakai baju rumahan, baju daster, atau rok/celana pendek selutut.

Masa’ sih kita harus memakai jilbab cadar dan kaus kaki sepanjang hari ? Kalo saya sih gak mau, wong dirumah sendiri kok dibikin repot?

👉Kedua, sebagai istri kita tidak diperbolehkan menerima tamu laki laki saat suami tidak dirumah.
Jika pintu rumah selalu terbuka, maka siapa saja yang hendak bertamu kerumah bisa dengan bebas ‘ujug ujug’ di depan pintu, tinggal melangkahkan kaki dan masuk rumah. Belum lagi jika ada orang yang memiliki niat jahat, maka akan sangat mudah melakukan niat jahatnya bila pintu selalu terbuka.

👉Ketiga, pintu selalu dikunci dari dalam. Agar ketika ada tamu siapapun itu, mau kerabat, tetangga, atau teman yang mungkin memiliki hubungan dekat tidak langsung nyelonong masuk, ketika memanggil atau sudah mengucapkan salam.

Namanya dirumah sendiri, bisa saja kita sedang dalam keadaan aurat terbuka. Dengan pintu yang tertutup dan dikunci, maka kita bisa mempersiapkan diri atau menutupi aib yang tidak boleh diketahui orang lain, meski pun (teman sesama wanita,kerabat wanita) yg datang ke rmh.

🌷Jadi, itulah sebabnya mengapa pintu rumah saya selalu tertutup.

(Tulisan seseorang yang semoga Allah menjaganya)

“Nglaruhi”

[Bismillah]

Seorang istri jangan gemar “nglaruhi” apa yang dilakukan suami.

(“Nglaruhi” adalah istilah Jawa yang mengandung makna menegur yang bercampur dengan unsur protes, marah, dan ikut campur).

Jangan suami apa dikit dilaruhi, apa dikit dilaruhi. Suami pulang terlambat dilaruhi, main ke rumah teman dilaruhi, beli apa dilaruhi, makan dimana dilaruhi, segala macam polah suami dilaruhi.

Istri yang hobi nglaruhi suami, diakui atau tidak, merupakan salah satu sebab terbesar seringnya timbul percekcokan serta iklim rumahtangga yang tidak harmonis. Apalagi jika suami tidak punya “self control” yang baik, kemudian membalas laruhan istri dengan kemarahan. Pecah!

Sadarilah, aspek fithrah, ditambah posisinya sebagai qowwam keluarga, menjadikan laki-laki tidak suka dilaruh-laruhi oleh istri, tidak mau diatur-atur, serba terkekang, mau berbuat ini itu serba terbatas, menjadikan jiwanya tidak nyaman, hingga bisa merusak “mood” kepemimpinannya. Jika sudah sampai di titik ini, entahlah, keluarga yang bagaimana yang hendak diperjuangkan dunia akhirat.

Biarkanlah suami melakukan apa saja yang dia mau. Selama bukan perkara dosa dan maksiat, selama tugas dan tanggungjawab lahir batin terhadap istri & anak telah tertunaikan dengan baik, selama tidak memadharatkan kehidupan berkeluarga; biarkanlah dia dengan apa yang dia inginkan. Dia mau futsal sama temannya, oke. Dia mau beli baju baru, monggo. Dia mau wisata keluar kota, silahkan. Dia mau nongkrong sama kawan-kawannya, nggak masalah. Di hari libur kerja dia lagi pengen tidur tiduran saja di rumah, boleh.

Yakinlah, istri yang tidak suka nglaruhi suami, akan menjadikan suaminya nyaman menjalani hidup bersamanya. Hati menjadi tenang. Keluargapun terasa bahagia dan harmonis, biidznillah.

Bagi suami pemilik istri yang nggak suka nglaruhi, banyak banyaklah bersyukur; itu adalah salah satu modal besar kebahagiaan dalam hidup Anda. Jaga dan cintailah selalu. 😊

Barakallahu fiikum. 🤝

Ustadz Ammi Ahmad

Nasihat Syaikhul Islam Kepada Para Suami

Cintailah istrimu sewajarnya, jangan terlalu sering mengucapkan kata-kata
romantis terhadapnya apalagi jika sampai mengatakan bahwa istrinya tak tergantikan, karena yang demikian hanya akan membelengukan hati sehingga hatipun tertawan kepada istri, akhirnya istrinya benar-benar menguasainya, mengaturnya sedemikian rupa, dan ia menjadi budak sang istri. ‘iyaadzan billah

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah rahmatullah ‘alaihi berujar :

فالرجل إذا تعلق قلبه بامرأة ولو كانت مباحة له يبقى قلبه أسيرا لها

“Seorang pria apabila hatinya telah tertambat pada seorang wanita walaupun wanita tersebut adalah halal baginya (istinya-pent), maka jadilah hatinya tertawan oleh wanita tersebut”

Asy-syaikh Shalih Al-Fauzan mengomentari mengapa ia menjadi tawanan bagi istrinya tadi :

يلتمس رضاها و يجتنب ما يسخطها, و في ذلك له و عبودية لها بحيث ” تحكم فيه و تتصرف يما تريد

“Sang suami akan terus menggapai keridhaan istrinya serta berupaya menjauhi apa yang akan membuat istrinya marah. Maka sikap demikian adalah kehinaan bagi sang suami, dan juga bentuk peribadatan kepada istrinya, dimana sang istri akan menguasai dan mengatur suami sesuai dengan apa yang ia inginkan”

Ibnu Taimiyah melanjutkan,

تحكم و تتصرف بما تريد، و هو في الظاهر سيدها لأنه زوجها

“Maka sang istri akan menguasainya serta mengatur sang suami sesuai dengan apa yang ia kehendaki, padahal secara lahiriah ia adalah tuan dari wanita tersebut karena ia adalah suaminya”

Syaikh Al-Fauzan menjelaskan makna diatas :

لكنه في الباطن عبد لها، لأنه متعلق قلبه بها، يراقب طاعتها وما تريد و يحذر من إغضابها

“Namun hakikatnya sang suami adalah budak istrinya, karena hatinya bertumpu kepadanya. Ia senantiasa mengawasi dirinya untuk tetap taat kepada istrinya dan kepada apa yang diinginkan istrinya, serta berhati-hati dari hal-hal yang akan membuat istrinya marah”

Padahal Nabi Yusuf ‘alaihis Salam pernah berdoa kepada Allah, sebagaimana firman-Nya :

وإلا تصرف عني كيدهن أصب إليهن و أكن من الجاهلين

“Dan Jika Engkau tidak memalingkan aku dari tipu daya mereka (wanita yang menggoda Yusuf-pent) maka aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentu aku termasuk orang-orang yang bodoh”

Maknanya adalah : Aku condong kepada mereka dan mencari keridhaan mereka.

Syaikhul Islam kembali berujar :

في الحقيقة هو أسيرها و مملوكها لا سيما إذا درت بفقره إليها، و عشقه لها

“Akan tetapi hakikatnya suami tersebut adalah tawanan dan budak istrinya, apalagi jika istrinya mengetahui bahwa suaminya sangat membutuhkan dan merindukannya”

Syaikh Al-Fauzan kembali menjelaskan :

فإنها تتسلط عليه إذا علمت أنه يطمع فيها و أنه يحبها، فينبغي له ألا يظهر لها ذلك

“Apabila sang istri mengetahui bahwa suaminya sangat mendambakan dan mencintai istrinya, maka istrinya akan menguasainya. Oleh karena itu sudah sepatutnya bagi sang suami untuk tidak (terlalu sering) menampakkan kecintaanya kepada istrinya”

Tertawannya qalbu, lebih mengerikan daripada tertawannya badan. Diperbudaknya qalbu, lebih dahsyat dan mengerikan daripada diperbudaknya badan. Tertawannya badan hanya terbelenggu oleh besi atau tali, akan tetapi tertawannya qalbu terbelenggu oleh cinta dan ini jauh lebih mengerikan daripada besi dan tali sekalipun.

Tidakkah anda mengingat firman Allah Ta’ala :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Dan seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal).”
[Al-Baqarah: 165]

Dirangkum oleh seorang suami dari kitab Syarh Al-‘Ubudiyyah

Perceraian

Setiap kali ada yg minta nasehat karena mau bercerai atau sudah bercerai, saya selalu merasa sedih. Walaupun kadang kala bercerai adalah keputusan yg benar secara syari, terutama jika pasangannya batal keislamannya.

Saya faham kenapa setan sangat bersemangat menceraikan sebuah keluarga, karena efek merusaknya yg luar biasa. Akibatnya yg berkepanjangan tidak hanya pada yg bercerai, tapi juga pada anak2 mereka. Dan perceraian bahkan terjadi pada pasangan yg terlihat ideal, ganteng , cantik, kaya, dengan resepsi pernikahan yg mewah.

Kalau dilihat dengan detil, salah satu sumber utama perceraian adalah kesalahan sejak awal dalam memilih pasangan. Yg dimaksud kesalahan adalah memilih pasangan dengan mengutamakan faktor fisik, materi, kedudukan, perasaan, dan meremehkan atau bahkan mengorbankan agama dan ahlak pasangan.

Saya suka ngomong ke anak2 muda, bayangkan ketika akan memilih jodoh, kalian pasti akan mengalami badai dan cobaan dalam mengarungi keluarga. Dan badai itu kadang sangat dahsyat. Apalagi sekarang kita hidup dizaman penuh fitnah. Apa jadinya jika keluarga itu, salah satu atau kedua duanya lemah agamanya ? Kemungkinan bahtera keluarga karam cukup besar.

Sungguh benarlah nasehat agung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, hendaklah kamu pilih wanita (pasangan) yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari no.5090, Muslim no.1466).

Aslam Salimudin
Esbjerg 20 Desember 2021

Sebaik-baik Parenting Adalah yang Diambil dari Ulama

Sebaik-baik parenting adalah yang diambil dari Ulama, bukan dari mereka yang tidak ngerti agama

“Anak saya baik, padahal tidak sholat
Anak saya tidak nakal, padahal tidak sholat
Dan seterusnya karena korban parenting yang salah”

Wahai bapak, wahai ibu… anak bapak dan ibu itu super bandel dan super jahat karena tidak sholat

Karena dosa menggunakan sholat itu jauh lebih besar dari merampok, membunuh dan lainnya

Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

La Ode Abu Hanifa

Layangan Putus

Sepasang suami istri bercerai, kemudian si istri curhat di sosmed, membuka aib mantan suaminya, bolehkah? Jawabnya ngga boleh, ini ghibah, orang yg nimbrung di status itu, kasih like, kasih komentar, ikut terkena dosanya. Seorang wanita, tidak boleh membuka aib mantan suaminya, begitu juga seorang pria, tidak boleh membuka aib mantan istrinya.

Saudariku, .. kalau kau merasa tersakiti maka cukuplah Allah sebagai tempatmu mengadu dan berkeluh kesah .. Jangan balas kebencian dengan kebencian, semoga kelapangan hati menghadapi buruknya perlakuan mantan suamimu dulu menjadi penghapus dosa²mu selama bermua’amalah dengannya.

Bukanlah kebahagiaan membalas setiap perbuatan yang tidak menyenangkan, namun kebahagiaan itu adalah ketika diperlakukan tidak menyenangkan oleh seseorang, lalu kita jadikan hal tersebut sebagai tangga untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, karena do’a orang yang dalam keadaan terzhalimi akan didengarkan oleh Allah tanpa pandang bulu.

Faishal Abu Ibrahim

Rasa Kasihan adalah Bagian dari Rahmah

Tetapi, akibat pengaruh paham feminisme yg begitu buruk, banyak istri menolak dikasihani suaminya. Mereka tahan gengsi dan ingin berdiri sejajar suami, bahkan kalau perlu berkompetisi dan melebihi suami.

Kalau sudah begitu mana mungkin sakinah yang sempurna bisa dicapai.

Feminisme adalah talbis iblis dan racun laten yg mematikan dalam kehidupan kaum muslimah saat ini.

Dibutuhkan didikan informal atau formal untuk mengembalikan kaum muslimah kembali kepada fitrahnya. Kerusakan kaum wanita secara langsung menyebabkan kerusakan pada umat.

Jangan Bangga Kalau Anaknya …

Ummaahh…

Jangan bangga kalau anaknya jago nyanyi dan nari, jadi populer karenanya, jadi idola karena goyangannya, jadi buah bibir karena suaranya, itu MUSIBAH…

Sadarilah…
Kelak amal sholehnya yang akan engkau nantikan di a’lam baqa…

Sudahkah mereka bisa mengaji…?
Sudahkah mereka faham tauhid…?
Sudahkah mereka shalat 5 waktu…?
Sudahkah anak perempuanmu yang baligh berhijab syar’i…?
Sudahkah mereka faham halal dan haram…?
Sudahkah mereka benar wudhunya juga gerakan serta bacaan shalatnya…?

Ummaahh…

Saat menyolatkan jenazah kita nanti mereka tidak butuh nyanyi dan nari…
Saat mendoakan kita nanti mereka hanya perlu ilmu syar’i…

Ketahuilah…
Anakmu adalah investasi akhiratmu…
Anakmu titipan Rabb mu…
Suatu saat titipan itu akan diambil dan kita ditanya apakah yang kita lakukan padanya…
Kita jadikan majusi, yahudi ataukah nasrani anak anak kita…
Sebab mereka seperti lembaran kertas yang putih…
Kitalah yang menuliskan kebaikan atau keburukan padanya…

Ummaahh…

Engkau adalah guru dan sekolah pertama dan yang utama bagi anak anakmu…
Maka jadilah guru dan sekolah yang sesungguhnya…
Ingatlah tujuan kita hidup di dunia ini…

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون ( الذاريات : ٥٦ )

Barakallaahu fiikum… 💐
@Berbagi_Kebaikan

Blog at WordPress.com.

Up ↑