Pawang Hujan, Pilpres, Kearifan Lokal, Politik

Dulu, saat pilpres 2019, dia begitu didukung dan dielu-elukan, bahkan oleh banyak dari kalangan kita yang sudah ngaji; karena dianggap dekat dengan Islam, religius, dan cukup mewakili suara umat Islam.
Tapi, hari ini, dia menyatakan bahwa pawang hujan adalah kearifan lokal.


Sudahlah. Sudah cukup. Semoga ini semua benar-benar cukup memberi kita pelajaran, tidak perlu berlebihan mengagumi dan berharap pada permainan politik. Siapapun orangnya. Karena politik yang tidak didasarkan atas asas syar’i tidak lebih dari segala rupa tipu daya. Politik tidak akan memberikan apapun sampai seseorang menyerahkan seluruh agamanya.

Next, semoga kita, terutama yang mengaku sudah mengenal manhaj, tak lagi terlalaikan dengan berlarut-larut dalam kubangan pembicaraan politik. Tidak perlu juga terlalu over membela sosok politik manapun, siapapun. Percayalah. Selama pondasi dan bingkai politiknya bukan agama, maka tidak akan pernah ada the real pejuang agama.

Cukuplah bagi kita banyak berdoa kepada Allah, mengadu kepada Allah, agar Allah memperbaiki dan memberkahi negeri ini; sambil terus berikhtiar dengan dakwah serta amal shalih yang kita mulai dari diri sendiri dan keluarga.

Wallahul Muwaffiq. 🤝

Ustadz Ammi Ahmad

Blog at WordPress.com.

Up ↑