Dia Tidak Ditanya. Kita.

Kenapa Allah menakdirkan begini, kenapa tidak begitu saja?

Kenapa Allah menurunkan al Quran kepada Nabi Muhammad di Arab, kenapa gak di Jogja saja?

Kenapa Allah memilih Arsy untuk beristiwa, kenapa ndak yang lain saja?

Kenapa Allah ciptakan malaikat untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu, kenapa ndak langsung saja Allah yang mengerjakan?

Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Kenapa dan kenapa tentang Allah, tak perlu diperdebatkan karena Allah Tuhan semesta alam, Dia berbuat sesuai kehendakNya.

(لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ)

Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakanNya, tetapi merekalah (manusia) yang akan ditanya. [Surat Al-Anbiya’ 23]

(Ust Amrullah Akadhinta)

Dengan sedikit perubahan

Iman dan Pembuktiannya

Tidaklah seseorang disebut beriman kecuali dibuktikan dengan amal shaleh.
Tidaklah disebut amal shaleh kecuali dengan keikhlasan (bersih dari kesyirikan) dan dengan cara-cara yang dituntun syariat (bersih dari kebid’ahan).

Dan Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya.

Blog at WordPress.com.

Up ↑