Ghibah dan Tingkatannya

Simak dua kutipan ulama berikut ini, sehingga Anda bisa memahami dua tipe ghibah dan menempatkannya dengan tepat.

  1. Ghibah pemerintah

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin mengatakan:
واعلم أن الغيبة تختلف مراتبها باختلاف ما ينتج عنها، فغيبة الأمراء أعظم من غيبة عامة الناس؛ لأن غيبتهم تؤدي إلى كراهتهم، وإلى التمرد عليهم، وإلى عدم تنفيذ أوامرهم التي يجب تنفيذها، وربما تؤدي إلى الخروج المسلح عليهم،
“Ketahuilah bahwa dosa ghibah itu bertingkat-tingkat, tergantung akibat yang ditimbulkan dari ghibah tersebut. Maka mengghibahi para pemimpin itu LEBIH BERAT daripada mengghibahi orang biasa. Karena hal itu bisa membuat rakyat benci kepada pemimpinnya dan menyebabkan penentangan kepada para pemimpin, serta membuat mereka tidak mau menuruti perintah-perintah pemimpin. Dan bahkan bisa menimbulkan pemberontakan bersenjata kepada para pemimpin.” (Syarh Riyadhish Shalihin)

  1. Ghibah dalam rangka memperingatkan orang dari keburukan

Imam An Nawawi mengatakan:
تباح الغيبة لغرض شرعي ، وذلك لستة أسباب …الرابع تحذير المسلمين من الشر ، وذلك من وجوه : منها جرح المجروحين من الرواة ، والشهود ، والمصنفين ، وذلك جائز بالإجماع ، بل واجب صونا للشريعة
“Ghibah dibolehkan ketika ada kebutuhan syar’i. Ada enam sebab yang membolehkannya, di antaranya… yang keempat, memberi peringatan kepada kaum muslimin dari keburukan. Bentuknya banyak, di antaranya: menjatuhkan orang-orang yang memang tercela keadaannya, baik itu dari kalangan para perawi hadits, para saksi, ataupun para penulis. Hal itu boleh berdasarkan kesepakatan para ulama, bahkan hal itu wajib untuk melindungi syariat Islam.” (Syarh Shahih Muslim)

Jadi jangan terbalik…

Ketika pemerintah dighibah dan dihina-hina, diam saja, dianggap wajar dan boleh..
Giliran ada provokator yang suka mengajak orang lain untuk ghibah pemerintah, kemudian kita ingatkan agar dijauhi, malah nasehat “jangan ghibah”-nya baru keluar…

Kata orang lama mah, LTPT = Letakkan Tahdzir Pada Tempatnya.

Ustadz Ristiyan Ragil Putradianto

Larangan dan Yang Menyertainya

Setiap larangan pada umumnya ada larangan lain yang menyertainya.

Minum khamr terlarang, dan terlarang pula menjualnya, menuangkannya, membuatkannya, dan lain-lain.

Makan riba terlarang, dan terlarang pula memberinya, menjadi penulis dan saksinya.

Ghibah terlarang, dan terlarang pula menyimak ghibah.

Namimah terlarang, dan terlarang pula menuruti orang yang melakukannya. Allah Ta’ala berfirman:

ولا تطع كل حلاف مهين… هماز مشاء بنميم

“Jangan kamu turuti setiap pengumbar sumpah yang hina, yang kesana kemari mengadu domba” (QS Al Qalam: 10-11).

Maka di antara yang disyariatkan ketika ada orang yang menyebar provokasi adalah:

  1. Tidak boleh langsung mempercayainya.
  2. Tidak bertindak berdasarkan provokasinya.
  3. Menegur dan memperingatkannya dengan keras.

Praktek ini banyak dilakukan oleh para salaf, seperti Umar bin Abdul Aziz, Wahb bin Munabbih, dll.

Sehingga kalau di beranda Anda ada yang share berita yang provokatif, maka skip, lewati saja.

Kalau sudah jadi hobi dan susah dinasehati, unfollow saja kalau perlu unfriend. Biarkan dia bersama sesamanya dan jangan jadikan diri Anda melanggar larangan Allah dengan menuruti provokasinya.

Kalau Anda malah menaruh jempol, apalagi komentar tanpa pengingkaran, maka artinya Anda berserikat dengannya dalam dosa. Karena artinya Anda menyetujui, dan membuatnya semakin tersebar.

Na’udzubillah.

Ustadz Ristiyan Ragil Putradianto

Standar Adab Muslim

“yang penting tidak mencela dan menghina..”

Wah, kalau ini sih semua agama juga sepakat.. Bahkan human rights (HAM) juga pasti tidak membenarkan perbuatan menghina orang lain..

Tapi kita ini kan orang Islam, standarnya lebih tinggi.. Dalam Islam, yang dilarang bukan cuma itu, mas.. Penyakit lisan itu banyak.

  1. Ghibah (ngomongin orang sesuai fakta yang tidak disukai orang itu)
  2. Buhtan/Menuduh (ngomongin orang tidak sesuai faktanya)
  3. Namimah (menukil perkataan dalam rangka manas-manasin orang)
  4. Sukhriyah (mengejek, menghina)
  5. Asal share berita tanpa tabayyun. (!!)
  6. Bicara tanpa ilmu, di luar kapasitas..
  7. Banyak bicara hal yang tidak bermanfaat.
  8. Bicara yang bukan urusannya.
  9. Menyebarkan berita terkait keamanan dan ketakutan.
  10. dan lain-lain.

Kalau mau pakai standar Islam, ya paling tidak sih yang di atas ini.., dan masih bisa nambah..

Tapi kalau pakai standar HAM ya monggo, luwih longgar ora akeh aturan..

Ustadz Ristiyan Ragil Putradianto

Siapa yang Menutupi Aib Orang Lain

Siapa yang suka menutupi aib orang lain dengan tidak mencari-cari & membongkarnya, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia & akhirat. Siapa yang hobinya membongkar aib orang, Allah pun akan membongkar aibnya walaupun ia sembunyi di kamarnya. Balasan akan sesuai amal perbuatan.
Ya Allah, beri kami kebersihan hati terhadap saudara-saudara kami yang beriman.

Twit Ulama
twitulama #nasehat #ulama #salaf #tauhid #sunnah #islam #muslim #muslimah #manhajsalaf #iman #akhirat #aib #saidbinmusayyab #kehidupan #tutupiaib.
(copy paste FB Ibnu Mustaman)

Antara Pahala dan Hukuman yang Dipercepat

Berkata Ibnu Muflih Al Hanbali rahimahullah :

لَا يَحزُنكَ قَولُ النَّاسِ فيْكَ، فَإنْ كَان كَاذباً، كَانتْ حَسَنةً لَم تَعمَلْها، وَإنْ كانَ صَادقاً، كَانَت سَيِّئةً عُجِّلَت عقُوبَتُها

“Janganlah bersedih karena ucapan manusia tentangmu, jika dia berdusta maka itu (pahala) kebaikan tanpa engkau kerjakan, tapi jika benar ucapannya maka itu keburukan yang dipercepat hukumanya untukmu”.

Al Adab As Syar’iyyah 1/12.

Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : Doa disaat susah (sedih) adalah

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, hanya rahmatMu lah yang kuharap, janganlah Engkau biarkan aku tanpa rahmatMu sekejap mata pun. Perbaikilah segala urusanku, Tiada ilah yang berhak diibadahi selain Engkau”. (HR. Ahmad no. 20430 -shahih-)

Hidangan Bangkai Manusia via Bloatware

Beberapa handphone bikinan negara asing, ataupun bikinan lokal dengan afiliasi negara asing, sudah dibekali dengan aplikasi bawaan yang seringkali melakukan pop up tanpa diundang. Kalau pop up untuk pengingat agar melakukan system update, no problem. Yang sangat nyebelin, kalau dia pop up berita sampah, gosip perzinahan, kabar artis, dan semisalnya.

Nah kemarin-kemarin saya baru pertama kali beli hp yang dulu dikenal sebagai brand murah meriah dan sekarang mulai naik kelas, Yagitudeh, ternyata bloatware -nya adalah portal berita yang selalu memaksa mengirim update berita sampah. Kalau sudah begini terpaksa mesti pakai cara-cara kekerasan untuk membunuh bloatware.

https://www.getdroidtips.com/how-to-uninstall-system-apps-on-vivo-phones-without-root/?fbclid=IwAR2SUqJOzmvBD92VZ6aMOwNjQnQYFxd8Yo3pvqq3ssfkifWatpBkX_Zz0iI

Blog at WordPress.com.

Up ↑