Serigala Berwujud Manusia

KEBANYAKAN RUSAKNYA WANITA DISEBABKAN SERIGALA DARI SERIGALA-SERIGALA MANUSIA

Telah Berkata Fadhilatusy Sheikh Abdur Razzaq Al- Badr Hafidzahullahu Ta’alaa :

« ڪـم مـن امـرأة مؤمنـة صالحـة عفيفـة شريفـة تعيش بيـن أسرتهـا فـي إيمان و تقوى وصـلاح ، فجاءهـا ذئـب مـن الـذئاب ، فأفسدهـا بلسانـہ !! و أخـذ إمّا عبـر الهـاتف أو غيـره ، يحدثهـا بڪلام رقيـق وألفـاظ مغريـة ، فـأفسدَ عليهـا عفّتهـا و شرفهـا و ڪرامتهـا. »

“Betapa banyak wanita yang beriman, shalihah, suci (terjaga) lagi mulia, dia hidup bersama keluarganya dengan keimanan , ketaqwaan dan keshalihan.
Kemudian datang kepadanya serigala-serigala (laki-laki ajnabiy/ non mahram), merusaknya (wanita tersebut) dengan ucapannya dan mendatanginya melalui hp atau selainnya.
Ia ngobrol dengan wanita tersebut dengan ucapan yang lemah lembut dan kata-kata yang menggoda, maka ia telah merusak kesuciannya, kemuliaannya dan kehormatannya.”

(Kitab Mau’idzhah An-Nisaa: 42)

Pacaran dan Zina

Coba tulis di google pakai kata kunci, “pria bunuh kekasih”, maka … ratusaaaannn banyaknya wanita-wanita cantik yang dibunuh pacarnya.
Ada yg digorok, dicekik, diperkosa kemudian dibunuh, dibakar hidup-hidup dll.
Alangkah kasihannya…. kasihan dirinya mati dalam keadaan zina, kasihan keluarganya.
Susah payah orang tuanya membesarkan si anak, tahu-tahu sudah besar dibunuh orang.

Ambil pelajaran, jangan sekali-sekali pacaran dan jangan biarkan anak kita pacaran.
Pacaran itu zina, zina itu bisikan syaithon, orang pacaran itu dalam kendali syaithon, setelah pacaran syaithon akan lebih mudah membisikkan kekejian-kekejian lainnya.

Dan yang lebih dari itu, untuk mereka yang sudah menikah, harus lebih menjauh lagi dari yang namanya pacaran, karena mereka yang sudah menikah, baik lelaki maupun perempuan, sudah merasakan nikmatnya hubungan biologis, maka syaithon jauh lebih mudah lagi untuk menjerumuskan mereka berdua ke dalam zina. Hasil studi memperlihatkan bahwa 85% perzinaan terjadi tanpa direncanakan semula. Perzinaan terjadi begitu saja ketika si pihak wanita sudah dalam posisi submisif dan permisif sementara si pria sudah dalam dalam posisi dikuasai nafsu syahwat.

Na’udzubillahi min dzaalik.

(Alex Abu Usaid dengan tambahan)

Di Mana Kekuatan Hijab Wanita

As-Syaikh ‘Abdurrazzāq al-Badr hafizhahullāh berkata:

“Dan diantara hal yang sudah selayaknya untuk diketahui adalah bawasanya hijab wanita,(yaitu) hisymahnya (perasaan malu pada perbuatannya) dan hayā’nya (rasa malu pada akhlāqnya), akan kembali kepada kekuatan keimanan dan agamanya”.

[Mau’izhatun Nisā’]

Kesabaran dalam Menahan Pandangan Lebih Ringan daripada Kesabaran dalam Menanggung Akibatnya

Berkata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, “Pandangan merupakan pangkal dari segala bencana yang menimpa manusia. Sebab, pandangan akan melahirkan getaran hati, diikuti dengan angan-angan yang membangkitkan syahwat dan keinginan yang semakin menguat dan akhirnya menjadi kebulatan tekad, hingga terjadilah itu secara pasti, selama tidak ada penghalang yang menghalanginya”.

Dalam hal ini ada yang berkata, “Kesabaran dalam menundukan pandangan masih lebih ringan daripada kesabaran dalam menanggung beban akibatnya”.

Seorang penyair berkata, “Setiap bencana berawal dari pandangan mata, sebagaimana api yang besar berasal dari percikan bara”.

Berapa banyak pandangan sanggup menembus relung hati pemiliknya, seperti kekuatan anak panah yang lepas dari busurnya.
Seorang hamba, selama mengumbar pandangannya untuk memandang selain (yang halal untuk)nya, maka dia berada dalam bahaya.

Ia menyenangkan mata dengan sesuatu yang membahayakan hatinya, maka janganlah menyambut kesenangan yang akan membawa bencana.

(Ad-Daa’ Wad Dawaa’, hal. 351-352)

Niscaya Aku Bunuh Seluruh Penduduk Shan’a Karenanya

Dahulu di negeri shan’a (ibu kota Yaman) ada seorang wanita yang ditinggal bepergian oleh suaminya, sang suami meninggalkan putra kandungnya pada sang istri (anak dari istri selainnya).

Rupanya sang istri bukanlah wanita baik-baik, ia berselingkuh di belakang suaminya yang sedang pergi dengan pria idaman lain, wanita ini berkata kepada pria selingkuhannya: “bunuhlah anak ini aku kuatir dia akan membocorkan perkara kita” tapi sang pria menolak untuk membunuh bocah kecil tersebut…maka wanita inipun menolak untuk disentuh si laki-laki sampai dia harus membunuh anak suaminya.

Akal sehat pun hilang jika berhadaan dengan syahwat, akhirnya pria tersebut menuruti permintaan jahat kekasih gelapnya, dia bersekongkol dengan pria lain, dan dibantu oleh si wanita dan pembantunya…mereka bersepakat membunuh bocah kecil tersebut dan memutilasi (memotong-motong) jasad korban kemudian membuangnya di tempat pembuangan.

Perkara ini sampai ke hakim dan si laki2 berhasil ditangkap kemudian dia mengakui dosanya begitu juga dengan pelaku yang lain.

Maka Ya’la selaku Amir (gubernur) Shan’a berkirim surat ke khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu yang ada di Madinah untuk menyampaikan perkara hukum ini.

Maka sang Khalifah pun menjawab:

Demi Allah jika seluruh penduduk Shan’a bersekutu membunuh bocah kecil tersebut, niscaya sungguh akan aku bunuh mereka semua karenanya” (dikeluarkan Al-Bukhari)

Kisah ini diambil dari kitab Subulussalam syarh bulughul maram. Karya al-Imam al-Shan’any (Beirut: Dar el-Fikr, 1411 H/1991 M) vol. 3 hal. 458-459.

Faedah yang bisa diambil:

  1. Keadilan Islam
  2. Syahwat menutup akal sehat
  3. Dahsyatnya fitnah wanita
  4. Orang yang membunuh manusia dengan berjamaah maka semuanya jatuh hukum Qishash, nyawa balas nyawa.
  5. Seorang hakim atau alim dianjurkan meminta nasehat, pengarahan Dan fatwa kepada yang lebih senior dalam masalah-masalah yang pelik.
  6. Ketegasan dan keutamaan Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu.

(Ust Fadlan Fahamsyah)

Ketika Sang Akhwat Meng-upload Fotonya⁣

Awalnya hanya foto bayangannya⁣
Lama-lama foto dari belakangnya⁣
Terus, ah, gapapa cuma foto kakinya⁣
Toh pake kaus kaki ngga ada efeknya⁣

Keterusan, upload foto tangannya⁣
Toh tangan bukan aurat, katanya⁣
Eh mulai berani sebar foto close-up nya⁣
Lagipula, katanya, ngga keliatan kepalanya⁣

Terus sekarang, udah pasang foto wajahnya⁣
Katanya gapapa asal dipakai cadarnya⁣
Kayaknya lebih asik kalo fotonya pakai bergaya⁣
Lagian juga bareng sama suaminya⁣

Akhirnya, mulai selfie terlihat putih wajahnya⁣
Tenang katanya, wajah tertutup icon bunga-bunga⁣
Lama-lama icon bunga-bunga tak dihiraukannya⁣
Wajah cantiknya pun dinikmati semua mata di dunia maya⁣

Jadilah ia fitnah, yang bagi lelaki, tiada duanya⁣
Yang merusak agamanya dan akhlaknya⁣
Terkadang sampai merusak rumah tangganya⁣
Sungguh besar sekali bahayanya⁣

Saudariku, itulah langkah-langkah setan yang aniaya⁣
Betapa lihai ia menarikmu ke jalannya⁣
Maka jangan terbuai oleh godaannya⁣
Hapus fotomu sekarang juga yaa…⁣
⁣⁣
(Ust Yulian Purnama⁣⁣)
⁣⁣

Blog at WordPress.com.

Up ↑