Cermin Berbisik

Cermin berbisik kepadaku, “Berhias-hias diri di luar kehadiran kekasih adalah pengkhianatan…” (@Balqes75)

Translated oleh Hendra Wibawa Wangsa Wiguna

Jangan Percayai Feminist

Ladies, di barat, wanita memerdekakan diri dan tak melayani suami sebagaimana kita membangun konsep keluarga.
Maka suami di barat, juga tidak punya beban tanggung jawab harus mendengar, perhatian, peduli, dan mengurus istri.

Rumah bordil laku, PSK begitu memikat, kenapa? Karena mereka tahu cara melayani laki-laki, cara menyervis laki-laki.

Rumah makan laris, ramai pembeli, kenapa? Karena para chef tahu cara masak yang lezat untuk melayani pembeli.
Alfamart dan Indomaret menarik begitu banyak pembeli, padahal harganya tidak lebih murah dari Toko-Toko di pasar, kenapa? Karena kasirnya ramah dan bersahabat.

Di tempat kerja; energi, waktu dan pikiranmu di dedikasikan untuk pekerjaan, menjaga nama baik perusahaan/lembaga, kamu sigap dan tanggap dengan apapun perintah pimpinan, dan untuk itu semua, kamu mendapatkan upah/gaji.

Di rumah, kamu mendapatkan kemerdekaanmu, kamu mendapat perlindungan penuh dari laki-laki yang disebut suami, makananmu terjamin, pakaianmu dijamin, perawatanmu ditanggung, urusanmu dibantu, rumahmu disediakan, kendaraanmu diserviskan.

Lalu apakah tidak logis untuk semua pelayanan itu kamu memberikan layanan balik pada suami dengan menyenangkan ketika dipandang, bersegera ketika diminta melakukan sesuatu yang ma’ruf, menjaga kemaluan dan harta suami ketika dia tidak ada di rumah (?)

Kalau bicara rasionalitas, bukankah lebih logis kamu melakukan pelayananmu pada lelaki seperti itu yang juga ayah dari anak-anakmu ketimbang pada perusahaan/lembaga yang menuntut pelayanan darimu tetapi hanya memberikan feedback berupa gaji bulanan.
Jika kamu berpikir rasional, kamu menerima karyawan yang harus mengabdi pada perusahaan, kenapa kamu jadi tidak rasional untuk suami yang memberikanmu lebih dari sekedar apa yang perusahaan mampu berikan untukmu.

Ladies, jangan percayai feminist, mereka pendusta besar, mengacaukan konsep relasi keluarga dan tidak memberikan jalan keluar atau solusi apapun atas kacaunya rumah tangga, di barat sana kehidupan rumah tangga berjalan buruk.

Aly Raihan El Mishry

Nasehat untuk Ukhti Muslimah Agar Hati-Hati dari Serigala

ﻗﺎﻝ ﺍلشيخ ﻋبد الرزاق البدر حفظه الله :
ﻛﻢ ﻣﻦ ﺍﻣﺮﺃﺓ مؤﻣﻨﺔ ﺻﺎلحة ﻋﻔﻴﻔﺔ شَرﻳﻔﺔ ﺗﻌﻴﺶ بينَ ﺃﺳﺮﺗﻬﺎ ﻓﻲ ﺇﻳﻤﺎﻥ ﻭ ﺗﻘﻮﻯ ﻭ ﺻﻼﺡ فجاﺀﻫﺎ ﺫئبٌ من ﺍﻟﺬﺋﺎﺏ ؛ ﻓﺄفسدﻫﺎ ﺑﻠﺴﺎنه ! ﻭ ﺃﺧﺬ – ﺇما ﻋﺒﺮ ﺍﻟﻬﺎتف ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻩ – يُحدﺛﻬﺎ ﺑﻜﻼﻡ ﺭﻗﻴﻖ ﻭ ﺃﻟﻔﺎﻅ مُغرﻳﺔ ،، ﻓﺄفسَد ﻋﻠﻴﻬﺎ عفّتها ﻭ شَرفها ﻭ ﻛﺮﺍمَتها .
[ ﻣﻮﻋﻈﺔ ﺍلنّساﺀ ( ﺹ 42 ) ]

As-Syaikh ‘Abdurrazzâq Al-Badr hafizhahullâh berkata:
“Berapa banyak wanita mu’minah, shâlihah, ‘afîfah (yang terjaga kehormatannya), syarîfah (wanita mulia) yang hidup di tengah keluarganya dalam keadaan imân, taqwâ, dan shalâh (baik-baik), lalu datang kepadanya salah satu dari serigala, kemudian ia merusaknya dengan lisânnya, dan ia pun mengambil mungkin via HP, atau yang lainnya, ia pun berbicara kepadanya dengan ucapan yang lemah lembut, dan lafazh-lafazh yang memikat, lalu ia pun merusak ‘iffahnya, kemuliaannya, dan karâmahnya.”

[Mau’izhatun Nisâ’ hal 42]
IG: @mencari_jalan_hidayah

Wahai Wanita, Waspadalah dengan Foto-fotomu di Medsos

Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu (jika sengaja pamer kecantikan/keindahan tubuh dan tampil menggoda) semakin bertumpuk pula dosa-dosamu


Semakin sang lelaki mengkhayalkanmu, semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu


Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak


Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari apalagi keelokan tubuhmu


Bayangkanlah, betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan bahkan jutaan para lelaki


Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu, maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah


Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat


Dan di akhirat kelak bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam …!

Wallahu A’lam

(Tulisan seseorang yang semoga Allah menjaganya)

Kisah Wanita Cantik yang Menggoda Ulama

Kisah ini terjadi pada abad pertama hijriyah, di zaman tabi’in.

“Wahai suamiku, adakah di Makkah ini laki-laki yang jika melihat wajah cantikku ini ia tidak tergoda?” tanya seorang istri kepada suaminya, sambil bercermin. Ia sangat mengagumi kecantikan yang terpantul di kaca itu.

“Ada.” jawab sang suami.
“Siapa?” kata istrinya
“Ubaid bin Umair.” jawab suaminya

Sang istri diam sejenak. Ia merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kecantikannya akan mampu menggoda laki-laki itu.

“Wahai suamiku,” katanya merayu, “bolehkah aku membuktikan bahwa aku bisa membuat Ubaid bin Umair bertekut lutut di depanku?”

Sang suami terkejut dengan permintaan ekstrem itu, tetapi ia sendiri juga merasa rencana istrinya itu akan menjadi sesuatu yang menarik, untuk menguji keshalihah seorang ulama. “Silahkan, aku mengijinkanmu.”

Setelah merias diri sedemikian rupa, berangkatlah wanita itu mencari Ubaid bin Umair di Masjidil Haram.

Ubaid adalah seorang ulama yang lahir semasa Rasulullah ﷺ masih hidup. Nama lengkapnya Ubaid bin Umair bin Qatadah Al Laitsi Al Junda’i Al Makki. Beliau wafat pada tahun 74 hijriyah.

Saat menjumpai Ubaid, wanita itu berpura-pura meminta nasehat. Ia beralasan kebutuhannya amat penting, dan memintanya pindah ke pojok masjid. Sesampainya di sana, wanita itu membuka cadarnya dan tampaklah wajah cantiknya laksana bening rembulan.

“Apa yang kau lakukan?” kata Ubaid melihat kejanggalan wanita tersebut.
“Sungguh, aku mencintaimu. Aku hanya ingin jawaban darimu,” sergah wanita itu, terus berusaha menggoda Ubaid.

“Sebentar,” kata Ubaid. Kini nadanya mulai naik. “Ada beberapa pertanyaan yang jika kau menjawabnya dengan jujur, maka aku akan menjawab pertanyaanmu tadi.”

“Baik, aku akan menjawabnya dengan jujur.”

“Pertama, seandainya Malaikat Maut datang menjemputmu saat ini, apakah engkau senang aku memenuhi ajakanmu?”

Wanita itu tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang langsung mengingatkannya dengan kematian. Kemudian menjawabnya “Tidak”

“Kedua, seandainya saat ini engkau berada di alam kubur dan sedang didudukkan oleh Malaikat Munkar dan Nakir untuk ditanyai, apakah engkau senang aku penuhi ajakanmu?”
“Tidak” jawabnya.

“Ketiga, seandainya saat ini semua manusia menerima catatan amalnya dan engkau tidak tahu apakah kau akan mengambilnya dengan tangan kanan atau tangan kiri, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”

“Tidak”

“Keempat, seandainya saat ini seluruh manusia digiring ke timbangan amal dan engkau tidak tahu apakah timbangan amal kebaikanmu lebih berat atau justru amal buruknya yang lebih berat, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”

“Tidak”

“Kelima, seandainya saat ini engkau berada di hadapan Allah untuk dimintai pertanggungjawaban atas semua nikmatNya yang telah dianugerahkan kepadamu, masihkah tersisa rasa senang di hatimu jika aku memenuhi ajakanmu?”

“Demi Allah, tidak”

“Kalau begitu wahai wanita, takutlah kepada Allah. Betapa Allah telah memberikan segalanya kepadamu.”

Kini dia tak kuasa menahan air mata. Tadi dia datang ke Masjidil Haram berpura-pura mencari nasehat, kini ia benar-benar mendapatkan nasehat yang benar-benar menyentuhnya.

Sesampainya di rumah, sang suami terkejut melihatnya bersedih.

“Apa yang terjadi wahai istriku?” kata suaminya.

“Kita ini termasuk orang yang celaka,” jawab wanita itu, kemudian ia mengambil wudhu dan shalat.

Hari-hari berikutnya, ia berubah drastis. Ia tak lagi membanggakan kecantikannya. Ia tak lagi suka berdandan di setiap malam. Ia berubah menjadi ahli shalat dan puasa.

Mudah-mudahan ini ada manfaatnya..
Barakallahufiikum.

اللَّـﮬـُمَّ صـَلِِّ ؏َـلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِن امُحَمَّدٍ ﷺ

Wanita, Korban Perang dan Kontradiksi di Masa Aman

“Wanita adalah korban utama peperangan. Mereka kehilangan suami, kekasih, anak, dan ayah mereka.”

…. dan tidak jarang yang paling berharga: kehormatan mereka 😞
.
Maka sangat buruk, bahkan terlalu buruk, mereka wanita yang menghargamurahkan kehormatan mereka sendiri pada saat situasi aman

Fitnah Wanita, Ikhwah Buaya, Zina

Sudah sering kali saya selalu sampaikan. Berhati-hatilah ikhwah dengan fitnah wanita, karena dapat membuat seseorang meninggalkan ilmunya meski sudah lama duduk di majelis ilmu. Luntur ilmunya ketika berhadapan dengan fitnah wanita.
.
Begitu juga sebaliknya, berhati-hatilah akhwat kepada ikhwah buaya, baik masih single ataupun yang sudah memiliki istri. Mereka itu nyata adanya. Banyak modusnya yang ujungnya kepada perzinaan kemudian ditinggal pergi dengan segudang alasan, ketika diminta pertanggungjawabannya, mereka beralasan zina yang dilakukan itu perbuatan suka sama suka. Setan.
.
Inna Lillahi Wa Inna Ilayhi Raji’un.
.
Atha bin Yussuf

Didiklah Anak Perempuan Kita untuk Memahalkan Diri

Didik anak perempuan untuk merasa malu dengan aurat sendiri dan aurat orang lain

Didik anak perempuan untuk merasa cantik dari dalam bukan cuma cantik fisik

Didik anak perempuan untuk mencari cinta Pencipta daripada berharap untuk mencari cinta manusia

Didik anak perempuan untuk jadikan Al Quran sebagai pegangan dan rujukan

Didik anak perempuan untuk mengenal siapa mahram dan siapa bukan mahram bagi dirinya

Didik anak perempuan untuk lebih menghargai dirinya sendiri daripada mencari penghargaan dari manusia lain

Didik anak perempuan untuk lebih menjaga marwah diri lebih dari menjaga hati orang yang baru dikenali
“Sesiapa yang diberati menanggung sesuatu urusan menjaga dan memelihara anak-anak perempuan, lalu ia menjaga dan memeliharanya dengan baik, niscaya mereka menjadi pelindung baginya daripada api neraka.”
[HR Bukhari, Muslim dan at-Tirmizi].

Dermawan Hanif

Agar Tidak Ada Pelakor Di Antara Kita

Sebenarnya andai kita menerapkan adab-adab Islam dengan baik, maka rumah tangga akan langgeng dan jauh dari yang namanya pelakor.

Maka terapkanlah adab-adab Islam dalam berinteraksi terhadap lawan jenis yang bukan mahram:

  • Menundukkan pandangan

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menundukkan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS. An Nur: 30-31).

  • Tidak bersentuhan baik langsung maupun dengan pelapis

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahramnya)” (HR. Ar Ruyani dalam Musnad-nya, 2/227,dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 1/447).

  • Tidak berdua-duaan

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

“Tidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahramnya” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341).

Termasuk berkomunikasi berdua melalui japri tanpa ada kebutuhan.

  • Tidak bercampur-baur antara lelaki dan wanita yang membuat mudah sekali berpandang-pandangan atau bersentuhan. Sebagaimana dilarangnya berdua-duaan.
  • Wanita tidak melembut-lembutkan suara ketika berbicara dengan lawan jenis, termasuk suara yang bisa dianggap lucu, ayu, imut dan semisalnya

فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

“maka janganlah kamu menundukkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik” (QS. Al Ahzab: 32)

  • Berbicara dan memenuhi suatu keperluan dari balik tabir jika memungkinkan

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” (QS. Al Ahzab: 53).

  • Senantiasa ingat bahaya fitnah wanita, baik wanita yang belum bersuami maupun yang sudah bersuami

ما تَركتُ بَعدي فِتنَةً أضرَّ على الرجالِ منَ النساءِ

“Tidaklah ada sepeninggalku fitnah (cobaan) yang paling berbahaya bagi lelaki selain fitnah (cobaan) terhadap wanita” (HR. Al Bukhari 5096, Muslim 2740).

  • Berbicara dengan lawan jenis seperlunya jika dibutuhkan saja. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mewasiatkan agar kita waspada terhadap fitnah wanita.

فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“Berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah dari wanita” (HR. Muslim no. 2742).

  • Tidak saling tertawa, interaksi yang terlalu akrab, canda ria, dan semacamnya yang menimbulkan bekas di hati dan dapat menimbulkan desiran-desiran syahwat. Karena ini tidak sejalan dengan sabda Nabi: “berhati-hatilah terhadap wanita!”
  • Wanita ketika safar wajib bersama mahramnya

لا تسافرُ المرأةُ إلا مع ذي محرمٍ

“Tidak boleh seorang wanita bersafar kecuali bersama mahramnya” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341).

  • Tidak pasang foto di medsos. Terutama bagi wanita. Karena tidak sejalan dengan perintah untuk menundukkan pandangan.

Semoga bermanfaat.

@fawaid_kangaswad

(Ustadz Yulian Purnama)

Blog at WordPress.com.

Up ↑