Dunia dalam Timbangan Imam Syafi’i

Dunia adalah batu yang licin dan kampung yang kumuh
Bangunannya kelak rubuh
Penduduknya adalah calon penghuni kubur
Apa yang dikumpulkan akan ditinggalkan
Apa yang dibanggakan akan disesalkan
Mengejarnya sulit meninggalkannya mudah

(Imam asy Syafi’i rahimahullah)

Sedangkan Gunung-Gunung Saja Ketakutan

Allah ta’ala berfirman:

لَوْ أَنزَلْنَا هَـٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
(Al-Hashr – 21)

Hanya untuk manusia yang mau berfikir tentang hakikat kehidupan..
Adapun yang pikirannya hanya seputar perut dan kemaluan..
Ia tidak akan memikirkan hal itu…

(Ust Badrusalam)

Taubat yang Sia-Sia

Sungguh celaka, mereka yang bertaubat dari korupsi, perselingkuhan, perzinahan dan semisalnya, karena takut diketahui oleh mata para manusia.

Mereka takut aibnya diketahui manusia, tapi tidak takut kepada Allah. Mereka menyepelekan dan melecehkan Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan maha berat azab-Nya.

Yang semacam demikian bukanlah taubat yang ikhlas, melainkan taubat karena takut kepada manusia. Maka tidak jarang mereka akan tercebur lagi ke dalam kehinaan yang sama.

Ada dua taubat yang harus dijalani para pelaku kemaksiatan semodel ini: taubat atas lalainya dari rasa takut kepada Allah, dan taubat atas dosa yang diperbuat.

Allah berkehendak memberikan taufiq kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Jangan Sedih Bila Anakmu Tidak S1, S2, S3

Jangan Sedih Bila Anakmu Tidak S1, S2, S3.
Tapi sedihlah bila anakmu tidak shalat, anak gadismu tidak berhijab syar’i, tidak mau belajar agama, atau tidak bisa baca Qur’an.

Itulah kerugian besar, disaat engkau sudah jadi mayat, anakmu hanya diam tak turun dalam proses shalat jenazah dan penguburan. Mungkin mereka bayar orang untuk semua itu karena mereka awwam bahkan mungkin tak akan mendoakanmu dalam shalatnya. Kerugian besar para orang tua. Percuma anak kita berhasil di dunia, kalau dia tidak mengerti agama

(Al-Ustadz Dr. Firanda Andirja Lc, MA Hafizhahullah)

Inilah Dunia

Inilah dunia yang fana
Yang dalam setiap nikmatnya ada derita di belakangnya
Inilah dunia yang hina
Yang kenikmatannya melalaikan dari jalan pulang ke rumah eyang Adam

Inilah dunia yang fana
Yang kesementaraannya membutakan akan keabadian di sana
Inilah dunia yang hina
Yang kilau gemerlapnya menyembunyikan rasa sakit dan putus asa yang panjang

Inilah dunia yang fana
Yang setiap gelar, status dan pujian segera lirih bersama waktu
Inilah dunia yang hina
Yang setiap pemuja kemegahannya akan berakhir luruh di perut para cacing

Inilah dunia yang fana
Yang anak manusia berlomba mencari ilmu dunia demi mengisi perut-perut dan pundi-pundi mereka
Inilah dunia yang hina
Yang para penuntut ilmu langit merasa sepi terhening-sendiri di ketiak zaman

Inilah dunia yang fana
Halalnya dihisab
Inilah dunia yang hina
Haramnya diazab

Inilah dunia yang fana
Yang tak lebih mulia dari bangkai anak kambing berkuping cacat
Inilah dunia yang hina
Kecuali para ahli ilmu, penuntut ilmu dan dzikrullah

Inilah dunia yang fana
Penjara atas kaum mukminin
Inilah dunia yang hina
Surga atas kaum kaafir

Blog at WordPress.com.

Up ↑