Istri Durhaka Facebookers Jaman Now

(Ummu Hafizh)

Saya belum pernah membaca status facebook seorang suami membeberkan aib dan cela istrinya NAMUN saya sangat banyak melihat kaum istri yang selalu mengumbar aib suami dan permasalahan rumah tangganya dibuat status facebook.

Faktanya……
Ada masalah sama suami curhat di facebook
Ngambek sama suami buat status facebook
Marah sama suami buat status facebook
Suami ada aib dibuat status facebook
Jadi tontonan orang permasalahan keluarga…
Jadi rusak kehormatan suami.
Jadi bahan gunjingan orang…
Jadi bahan candaan orang….
Pengunjung facebook bebas kritik suami, ejek suami, hina suami karena istri beberkan aib dan permasalahan rumah tangga dengan penuh cela distatus facebooknya.
Allaahul musta’an…

Istri model ini amat besar dosanya disisi Allah sebab hancurkan kehormatan dan harga diri suaminya, menyakiti hati dan perasaan suaminya dan akan mendapatkan doa laknat dari para bidadari di Syurga. Kelar hidup loo duhai istri jika didoakan buruk sama bidadari syurga…!

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Jika seorang istri menyakiti suaminya di dunia, maka calon istrinya di akhirat dari kalangan bidadari akan berkata:
“Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah mencelakakanmu sebab ia hanya sementara berkumpul denganmu. Sebentar lagi ia akan berpisah dan akan kembali kepada kami.” (HR. Tirmidzi no. 1174 dan Ibnu Majah no. 2014. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Duhai para istri yang suka umbar aib suami, Rasulullah memerintahkan menutupi aib sesama muslim, termasuk pasanganmu
Rasulullah Shalallaaahu alaihi wa salam bersabda, “Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR Muslim).

NB:

  1. Kehormatan seorang muslim itu lebih mulia dari Ka’bah yang mulia, ingatlah itu ketika kita ingin menjelekkan suami ataupun istri
  2. Hati-hatilah dari menjatuhkan kehormatan ataupun membuka aib seorang muslim.

Anak yang Benci kepada Ibunya

Saya gak sampai hati denger cerita anak yang begitu benci dengan ibunya.

Katanya benci karena ibunya begini dan begitu…

“Ibu mata duitan”

“Ibu terlalu cinta harta”

“Ibu berantem mulu sama bapak”

Yang diingat jeleknya aja, seakan-akan ibunya sama sekali gak punya jasa dalam hidupnya. Kejelekan ibunya menggelapkan hatinya. Menuntun kebencian menguasainya.

Meskipun ibumu itu hanya punya kejelekan sepanjang hidupnya, namun Ibu punya satu jasa yang membuatmu tetap harus berbakti kepadanya. Jasa itu adalah melahirkanmu.

Kamu harus bisa membedakan antara hak dan kewajiban. Ibumu punya hak untuk mendapatkan bakti mu. Kamu punya kewajiban untuk berbakti kepada Ibumu.

Dosa-dosa Ibu biarkan itu menjadi urusan Ibu, bukan urusanmu. Urusanmu itu memintakan ampun kepada Allah atas dosa-dosa Ibu sembari menasihatinya.

“Kamu ngomong begitu karena kamu gak tahu gimana kelakuan Ibu saya…”

Saya akan jawab, saya gak harus tahu gimana Ibumu. Saya hanya perlu tahu bahwa agama Islam memerintahkan bakti kepada orang tua, terlebih lagi kepada Ibu… Kamu benci Ibumu sedemikian rupa karena kamu gak tahu konsekuensi dari anak durhaka.

Membenci Ibumu itu bukan win-win solution. Benci ibu gak akan membuatmu “menang dalam permainan”.

Yang ada urusanmu di dunia gak akan diberkahi. Terlebih urusanmu diakhirat. Kamu akan tercatat sebagai anak durhaka.

Untuk kamu yang masih punya Ibu.. Perbaiki segera hubunganmu dengan Ibumu. Minta ampun kepadanya karena siapa tahu Ibumu sakit hati kepadamu lalu mengadu kepada Rabb-mu.

Kalau sampai ibumu mengadu kepada Rabb-mu… Game over untukmu.

HMA

(tentunya ini berlaku juga dengan anak yang benci kepada ayahnya)

Blog at WordPress.com.

Up ↑