Kok Dunia yang Diincar?

“Antum secerdas apapun, seberilmu apapun, kalau yang di incar Dunia, ya tetep aja receh. Wong dunia lebih hina dari bangkai kambing yang cacat.”

โœ๐Ÿป Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafidzahullah

Mekanisme Pasar dan Sebuah Kontradiksi

โ›”Ketika tersebar kesyirikan dan kebid’ahan, mereka diam saja walau hak Allah dilanggar

โ›”Ketika kaum wanita bertabarruj (keluar rumah dengan berhias/bersolek bahkan menanggalkan jilbab), mereka juga bungkam. Padahal ketika kaum muslimat rusak, akan rusak pula generasi kaum muslimin

โ›”Ketika minuman keras dan narkotika tersebar luas, mereka juga menutup mata. Padahal berapa banyak kerusakan dan kemaksiatan yang akan muncul akibat alkohol dan zat adiktif

โ›”Namun ketika harga barang dan sembako naik, mereka dengan segala argumennya akan turun ke jalan

Lupakah mereka bahwa naik dan turunnya harga barang merupakan ketentuan Allah Azza wa Jalla sesuai mekanisme pasar?
Tidak selalu karena kezhaliman pemegang kebijakan.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุบูŽู„ูŽุง ุงู„ุณูู‘ุนู’ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุŒ ุณูŽุนูู‘ุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง . ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ู…ูุณูŽุนูู‘ุฑู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุจูุถู ุงู„ู’ุจูŽุงุณูุทู ุงู„ุฑูŽู‘ุฒูŽู‘ุงู‚ู ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุฃูŽุฑู’ุฌููˆ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู„ู’ู‚ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูŠูŽุทู’ู„ูุจูู†ููŠ ุจูู…ูŽุธู’ู„ูู…ูŽุฉู ูููŠ ุฏูŽู…ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุงู„ู

Dari Anas, ia berkata, “Telah naik harga barang pada era Rasulullah Shallallฤhu ‘alaihi wasallam, lalu mereka berkata, “Wahai Rasulallah, tetapkanlah harga barang untuk kami.” Lalu Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya Allah adalah Rabb yang menetapkan harga, yang menahan (rizki), yang membentangkan (rizki) dan Maha Pemberi Rizki. Sesungguhnya aku berharap ketika aku berjumpa dengan Rabb-ku nanti, tanpa ada seorang pun dari kalian yang menuntut kepadaku lantaran kezaliman pada darah dan hartaโ€ (HR. Tirmizi, Bab Penetapan Harga, hadits no : 1235)

Ustadz Abu Razin Taufiq

Mengejar Dunia

Mengejar pundi-pundi dunia itu tidak ada habis-habisnya. Semakin dunia di kejar, dunia semakin berlari. Sudah di dapatkan satu perbendaharaan dunia, akan mengejar perbendaharaan yang lain.

Sudah punya satu lembah emas, kembali menginginkan lembah emas yang lain. Semakin dunia dikejar, semakin dia berlari menjauh. Akhirnya hari-harinya disibukkan untuk mencari dunia, melalaikan kehidupan akhirat.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallambersabda :

ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ ู„ุงูุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูˆูŽุงุฏููŠู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฐูŽู‡ูŽุจู ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุงุฏููŠูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽู†ู’ ูŠูŽู…ู’ู„ุฃูŽ ููŽุงู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ุชูู‘ุฑูŽุงุจู ุŒ ูˆูŽูŠูŽุชููˆุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุงุจูŽ

โ€œSeandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.โ€ (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sebaliknya kalau akhirat yang dikejar, dunia akan balik mengejar dan mendatanginya. Kekurangan dan kefaqiran akan sirna dan kecukupan akan mewarnai hari-harinya.

Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู‡ูŽู…ู‘ูŽู‡ู ุŒ ููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ููŽู‚ู’ุฑูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ูุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ู†ููŠู‘ูŽู€ุชูŽู‡ู ุŒ ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู
ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุบูู†ูŽุงู‡ู ูููŠู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุชูŽุชู’ู‡ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฑูŽุงุบูู…ูŽุฉูŒ.

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allรขh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya.

Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allรขh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.โ€ (Riwayat Ibnu Majah – Hadits Shahih).

Dan Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œSesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman :

ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุขุฏูŽู…ูŽ ! ุชูŽู€ููŽู€ุฑู‘ูŽุบู’ ู„ูู€ุนูู€ุจูŽู€ุงุฏูŽุชูู€ูŠู’ ุฃูŽู…ู’ู€ู„ูŽุฃู’ ุตูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุบูู€ู†ู‹ู€ู‰ ูˆูŽุฃูŽุณูุฏู‘ูŽ ููŽู‚ู’ุฑูŽูƒูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู€ู…ู’ ุชูŽูู’ุนูŽู„ู’ ู…ูŽู„ูŽุฃู’ุชู ูŠูŽุฏูŽูŠู’ูƒูŽ ุดูุบู’ู„ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽู€ู…ู’ ุฃูŽุณูุฏู‘ูŽ ููŽู‚ู’ุฑูŽูƒูŽ

โ€˜Wahai anak Adam! Luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan (kecukupan) dan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu.โ€™โ€ (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Berkata

Syaikh al-Albani : Hadist Shahรฎh).

Memang ada sebagian pencari pundi-pundi dunia, masih sempat beribadah, namun itupun disisa-sisa waktunya dalam mengejar dunia. Seperti shalat, kadang mengerjakannya mendahului waktunya dan kadang mengakhirkannya, karena kepentingan dunia yang selalu menghantuinya takut luput darinya.

Abdullah bin ‘Aun rahimahullah berkata:

ยซุฅู†ู‘ูŽ ู…ูŽู€ู†ู’ ูƒุงู† ู‚ุจู’ู„ู†ู€ูŽุง ูƒุงู†ูˆุง ูŠูŽุฌู’ุนู„ูู€ูˆู†ูŽ ู„ู„ู€ุฏู†ูŠุง ู…ู€ุง ููŽุถูู€ู„ูŽ ุนูŽู€ู†ู’ ูุขุฎู€ุฑุชู‡ู€ู…ุŒ ูˆุฅู†ู‘ูƒู€ู… ุชุฌุนู„ู€ููˆู† ู„ุขุฎู€ุฑุชููƒูู€ู… ู…ู€ูŽุง ููŽุถูู€ู„ูŽ ุนูŽู€ู†ู’ ุฏูู†ู’ูŠูŽุงูƒู€ู…ยป

“Sesungguhnya orang-orang sebelum kita, mereka menjadikan dunia, apa yang tersisa dari urusan akhirat mereka, dan sesungguhnya kalian, menjadikan untuk akhirat kalian, apa yang tersisa dari urusan dunia kalian.” (Shifatush Shafwah, jilid 3 hlm. 101). Sumber :http://islamport.com/w/trj/Web/5242/216.htm

AFM
Tulisan ini terinspirasi dari seseorang yang hampir setahun menemani dan mengawal beberapa konglomerat di negeri ini.

Relativitas Berat dan Ringannya Musibah

Kapan musibah terasa sangat berat sekali?

Ketika dunia itu terasa besar dalam jiwa Anda, maka musibah yang terjadi di dalamnya kan terasa sangat berat.

Namun jika dunia itu kecil di mata Anda, maka musibah yang terjadi di dalamnya pun terasa amat ringan.

Inilah rahasia kebahagiaan orang-orang yang sibuk dengan akhirat dibandingkan dunia.

Syaikh Prof. Dr. Ahmad Al Khalil

Blog at WordPress.com.

Up ↑