Takutlah Kepada Allah, Wahai Jiwa yang Berlumur Dosa Ini

Jika engkau sulit melakukan ketaatan, berhati-hatilah, jangan-jangan itu tanda Allah sudah tidak suka denganmu, jangan-jangan Allah sudah tidak menginginkan ketaatanmu.

Jika engkau sulit menangisi dosa-dosamu, berhati-hatilah, jangan-jangan itu tanda Allah telah menutup hatimu yang gelap pekat dengan hitamnya dosa-dosa.

Jika engkau sulit mengingat dosa-dosamu kepada Allah dan kepada sesama manusia, berhati-hatilah, jangan-jangan itu tanda Allah telah tak mempedulikanmu, dibiarkannya engkau dalam gelimang maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah.

Takutlah kepada Allah, wahai jiwa yang berlumur dosa ini …
Takutlah akan hari di mana setiap orang sibuk dengan dirinya sendiri dan ketakutan di hadapan Allah dan para malaikat…

Hari di mana dibentangkan jurang neraka Jahannam, hari di mana rantai-rantai yang berat dan kasar menyeret leher para musyrikin dan munafiqin, para pezina, para pembunuh, para pengkhianat dan para perampok untuk masuk ke dalamnya…

Hari-hari di mana semua rahasia dibukakan, hari di mana semua isi hati ditampakkan. Hari-hari di mana wajah-wajah tertunduk malu dan ketakutan yang mendalam, dalam dahsyatnya hari pengadilan.

Hari di mana semua rasa sakit di dunia menjadi terasa ringan, tak terasa walau hanya bagai seujung kuku sekalipun.
Hari di mana semua nikmat di dunia menjadi hambar, tak terasa walau hanya bagai setetes air sekalipun.

Dosa tidak Menghapus Hak Suami

Kesalahan yang ada pada suami tidak otomatis hilang hak nya untuk didengar dan dita’ati oleh istrinya. Kecuali jika kesalahan yang membuat suami keluar dari Islam.
Suami adalah Pemimpin dan wajib dita’ati juga didengar.
.
Ketika ada yang menjelaskan bahwa suami itu wajib didengar dan dita’ati, bukan berarti yang menjelaskan itu sedang mensucikan sosok seorang suami. Tidak sama sekali, dan yang pasti setiap pemimpin itu pasti punya kesalahan.
.
NB:

  • sedikit tapi semoga bisa dipahami.
  • saat suami atau pemimpinmu punya kesalahan jangan disebarkan di FB
  • aib suami atau pemimpinmu jangan dicari-cari itu namanya tajassus dan haram.

(La Ode Abu Hanifa)

Kalau Bukan karena Rahmat Allah maka Kita Sudah Binasa (Akibat Dosa Kita)

Kalaulah bukan karena rahmat Allāh itu luas, pastilah kita telah berputus asa dalam menjalani hidup ini, bagaimana tidak membuat hati kita kecut ?, ujian kita hidup di zaman ini dahsyat, peluang berbuat dosa siang dan malam silih berganti datang menghampiri, godaan demi godaan bertubi-tubi menghampiri, sementara bencana silih berganti datang kepada kita sebagai peringatan Allāh atas penduduk bumi.

Sementara Iblis dan bala tentaranya tak pernah henti menyesatkan, sementara manusia memiliki hawa nafsu yang senantiasa mengajak kepada kerusakan, sementara dosa dikelilingi berbagai macam kenikmatan dunia, dan surga dihiasi dengan hal-hal yang dibenci.

Bagaimana kita akan selamat ?

Tentu kita semua telah terjatuh di dalam lumpur dosa baik sengaja ataupun tanpa disengaja.

Tentu kalaulah bukan karena rahmat Allāh itu luas, dan ampunan Allāh selalu terbuka, dan lagi maha penerima taubat tentulah kita telah berputus asa untuk hidup, karena tidak akan ada yang dapat selamat berjalan dengan segala ujian dunia ini.

Bila tidak terjatuh kedalam dosa syahwat, akan jatuh dalam dosa syubhat, bila selamat dari keduanya akan jatuh pada dosa ujub, kibr, dan riya’ yang akan menggugurkan amalan yang didalamnya disertai penyakit ini, atau bisa saja ada diantara kita jatuh kedalam semuanya.

Tentu kalaulah bukan karena rahmat Allāh itu luas pastilah kita semua telah binasa. Karena itu selalulah memohon ampunan dan rahmat-Nya dan selalulah bertaubat setiap tergelincir kedalam dosa, mudah-mudahan Allāh akan menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya.

Ya Allāh ampunilah dosa-dosa kami, maafkan kesalahan² kami, bantulah kami dalam mentaati-Mu, terimalah taubat kami, dan rahmatilah kami sungguh sedikit rahmat-Mu lebih agung dari banyaknya dosa-dosa kami. Sungguh Engkaulah Rabb yang rahmat-Mu mengalahkan murka-Mu, dan Engkaulah Rabb yang tak pernah bosan mengampuni dosa-dosa hamba-Mu. Dan janganlah Engkau jadikan kami bersama dengan orang-orang yang zhālim

(Hanafi Abu Abdillah Ahmad)

Balasan Atas Dosa PASTI Akan Datang, Cepat atau Lambat

Ketika Muhammad bin Sirin terlilit hutang dan ia dipenjara karenanya, beliau berkata:

إني أعرف الذنب الذي أصابني بهذا عيّرتُ رجلاً منذُ أربعين سنة فقلت له : يا مفلس قال : عَيَّرْتُ رَجُلاً بِالْإِفْلَاسِ فَأَفْلَسْتُ

“Sesungguhnya aku ingat dosaku yang mengakibatkan aku tertimpa musibah ini. Dahulu 40 tahun yang lalu aku pernah mengejek seorang yang bangkrut, “Hai bangkrut!””
Ternyata kini aku yang terkena bangkrut.”
(Majmu’ Rosail Ibnu Rojab 2/413)

Maka segeralah kita bartaubat dari segala dosa.
Karena dosa mendatangkan kesialan di dunia dan akherat.

(Ust Abu Yahya Badrusalam)

Saat Ditipu Orang Lain

Saat ditipu orang lain mungkin Anda akan marah, jengkel, susah tidur karena pikiran yg sangat terganggu.
Sebaiknya Anda tetap tenang dan santai, karena beberapa alasan berikut ini:

  1. Hakmu tidak akan hilang

    Karena kalau Anda merelakan harta itu untuk penipu, maka Allah akan ganti dengan yang lebih baik dan lebih banyak sedangkan jika anda tidak merelakannya, maka Anda bisa menuntutnya di akhirat nanti sesuai kadarnya. Hak Anda tetap terjaga dengan baik.
  2. Perbuatan dia tidak akan mengurangi jatah rezekimu.

    Saat Anda ditipu oleh seseorang, sebenarnya memang saat itulah waktu Anda menikmati rezeki itu telah selesai, sehingga rezeki itu memang harus diambil dari Anda.
  3. Bahkan Anda bisa mendapatkan doa yang mustajab

    Karena ketika Anda ditipu, berarti Anda dizalimi, dan doanya orang yang dizalimi itu mustajab, karena tidak adanya hijab antara doanya dengan Allah ta’ala.
  4. Anda bisa mendapatkan pahala, penghapus dosa dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah, bila Anda bisa menghadapinya dengan sabar dan rela atas takdir Allah tersebut sehingga sebenarnya ketika sedang ditipu, Anda diberi peluang mendapatkan ganti yang jauh lebih baik.
  5. Ingatlah bahwa itu merupakan takdir yang memang dikehendaki Allah terjadi. Anda marah atau rela, tetap saja harus terjadi dan tidak mungkin bisa dihindari.

    Disebarkan oleh : @muslimah.salafy

Blog at WordPress.com.

Up ↑