Anak yang Benci kepada Ibunya

Saya gak sampai hati denger cerita anak yang begitu benci dengan ibunya.

Katanya benci karena ibunya begini dan begitu…

“Ibu mata duitan”

“Ibu terlalu cinta harta”

“Ibu berantem mulu sama bapak”

Yang diingat jeleknya aja, seakan-akan ibunya sama sekali gak punya jasa dalam hidupnya. Kejelekan ibunya menggelapkan hatinya. Menuntun kebencian menguasainya.

Meskipun ibumu itu hanya punya kejelekan sepanjang hidupnya, namun Ibu punya satu jasa yang membuatmu tetap harus berbakti kepadanya. Jasa itu adalah melahirkanmu.

Kamu harus bisa membedakan antara hak dan kewajiban. Ibumu punya hak untuk mendapatkan bakti mu. Kamu punya kewajiban untuk berbakti kepada Ibumu.

Dosa-dosa Ibu biarkan itu menjadi urusan Ibu, bukan urusanmu. Urusanmu itu memintakan ampun kepada Allah atas dosa-dosa Ibu sembari menasihatinya.

“Kamu ngomong begitu karena kamu gak tahu gimana kelakuan Ibu saya…”

Saya akan jawab, saya gak harus tahu gimana Ibumu. Saya hanya perlu tahu bahwa agama Islam memerintahkan bakti kepada orang tua, terlebih lagi kepada Ibu… Kamu benci Ibumu sedemikian rupa karena kamu gak tahu konsekuensi dari anak durhaka.

Membenci Ibumu itu bukan win-win solution. Benci ibu gak akan membuatmu “menang dalam permainan”.

Yang ada urusanmu di dunia gak akan diberkahi. Terlebih urusanmu diakhirat. Kamu akan tercatat sebagai anak durhaka.

Untuk kamu yang masih punya Ibu.. Perbaiki segera hubunganmu dengan Ibumu. Minta ampun kepadanya karena siapa tahu Ibumu sakit hati kepadamu lalu mengadu kepada Rabb-mu.

Kalau sampai ibumu mengadu kepada Rabb-mu… Game over untukmu.

HMA

(tentunya ini berlaku juga dengan anak yang benci kepada ayahnya)

Blog at WordPress.com.

Up ↑