Senangnya Punya Anak Perempuan

Oleh: Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin)

Di antara orang-orang yang “setengah dijamin” masuk surga adalah mereka yang oleh Allah ditakdirkan memiliki 2 anak perempuan.

Orang yang diberi 2 anak perempuan, lalu diurus sebaik-baiknya, dibesarkan dengan kasih sayang, diajari hingga mandiri, dan dididik sampai menjadi salihah maka amalnya terhadap dua putrinya tersebut akan mengantarkannya ke surga. Al-Bukhārī meriwayatkan dalam al-Adab al-Mufrad sebagai berikut,

«عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ ‌مُسْلِمٍ ‌تُدْرِكُهُ ‌ابْنَتَانِ، ‌فَيُحْسِنُ صُحْبَتَهُمَا، إِلَّا أَدْخَلَتَاهُ الْجَنَّةَ”». [«صحيح الأدب المفرد» (ص57)]

Artinya,

“Dari Ibnu Abbās dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Tidaklah ada seorang muslim yang mendapatkan 2 anak putri, lalu mengurusnya dengan baik kecuali kedua putrinya tersebut akan memasukkannya ke dalam surga” (al-Adab al-Mufrad hlm 57)

Jangan pernah meremehkan amal mendidik anak perempuan.

Mendidik anak perempuan itu tidak mudah.

Apalagi di zaman penuh fitnah semacam ini.

Zaman di mana freesex sudah merajalela, narkoba mudah didapatkan, internet yang mengajarkan akhlak buruk mudah diakses, wanita bisa kontak dengan lelaki manapun hanya dengan ponsel dari kamar mereka, dan bisa pergi kemanapun hanya dengan grab/gojek, maka mendidik anak perempuan di zaman edan seperti ini sungguh benar-benar tugas yang tidak mudah.

Orang tua tidak hanya harus berjibaku mencari nafkah menyediakan uang untuk biaya makan, pakaian dan tempat tinggal mereka. Tetapi juga harus memikirkan biaya pendidikan yang terus naik dan biaya kesehatan yang tak terduga, sementara penghasilan bagi rumah tangga tertentu juga tidak selalu jelas. Juga harus rajin-rajin berdoa, menangis di tengah malam, dan menghiba-hiba kepada Sang Pencipta, agar menjaga anak-anak putrinya, agar melindungi anak-anak putrinya, agar selalu memberi petunjuk jalan yang lurus sehingga anak tidak terpengaruh semua pergaulan yang menjerumuskan.

Bukan kah banyak orang tua yang berangkat pagi pulang malam, sampai lembur-lembur dan begadang demi anak?

Apalagi jika yang mengurus anak perempuan adalah janda. Yang ditinggal mati suaminya. Yang dicerai suaminya. Yang dihianati suaminya. Yang berjuang sendirian dengan segala keterbatasannya sebagai seorang wanita. Yang kadang dilecehkan lelaki, diberi harapan palsu, dipermainkan perasaannya, bahkan ditipu dan disakiti setelah segala madunya dihisap.

Sungguh benar-benar tidak mudah mengurus anak-anak perempuan.

Oleh karena itu, sungguh wajar jika balasannya sangat besar. Yakni dijanjikan masuk surga karena amal membesarkan 2 anak putri tersebut.

Hanya saja, di awal tulisan saya beri penekanan bahwa mengurus 2 anak perempuan itu “setengah dijamin masuk surga”. Bukan pasti masuk surga. Jaminan masuk surga bagi orang yang diuji dengan 2 anak wanita sudah jelas dinyatakan dalam hadis. Tetapi pelaksanaannya masih harus dikembalikan kepada orang tua yang mendapatkan amanah tersebut.

Jika orang tua bisa mengatur niatnya bahwa membesarkan anak perempuan adalah amanah dari Allah dan punya misi mensalihahkan anak tersebut, maka insya Allah dapat janji penuh dalam hadis itu. Tapi jika niatnya adalah untuk memburu kebanggaan, pamer pada manusia, berharap dirawat anak di masa tua atau motif-motif duniawi yang lain, maka di akhirat dia tidak akan mendapatkan apa-apa.

Pertanyaannya, “Bagaimana jika yang diurus bukan 2 anak perempuan tapi bahkan 3 atau lebih?”

Jika dua anak perempuan saja sudah mendapatkan janji masuk surga, maka diuji 3 anak perempuan lebih layak lagi mendapatkan janji tersebut. Lebih-lebih ada hadis sahih yang memang menyebut mengurus 3 anak perempuan dipastikan akan masuk surga. Apalagi jika putrinya 4 atau lebih dari itu.

Lebih-lebih jika yang mengurus ini seorang janda atau wanita yang karena sebab tertentu harus mengurus anak sendirinya. Ada hadis sahih yang juga lugas menjamin wanita yang tabah mengurus 2 anak putrinya karena Allah dengan segenap kemiskinannya, bahwa dia juga dipastikan akan masuk surga. Muslim meriwayatkan,

عَنْ ‌عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: « جَاءَتْنِي مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلَاثَ تَمَرَاتٍ، فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً، وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا، فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِي كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا، فَأَعْجَبَنِي شَأْنُهَا، فَذَكَرْتُ الَّذِي صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ قَدْ ‌أَوْجَبَ ‌لَهَا ‌بِهَا ‌الْجَنَّةَ، أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ .». [«صحيح مسلم» (8/ 38 ط التركية)]

Artinya,

“Dari ‘Aisyah dia berkata: “Telah datang kepadaku seorang wanita miskin yang membawa dua anak perempuan, lalu saya memberinya makan dengan tiga buah kurma, wanita tersebut memberikan kurmanya satu persatu kepada kedua anaknya, kemudian wanita tersebut mengangkat satu kurma ke mulutnya untuk dia makan. Tapi, kedua anaknya meminta kurma tersebut, akhirnya dia pun memberikan (kurma) yang ingin ia makan kepada anaknya dengan membelahnya menjadi dua. Saya sangat kagum dengan kepribadiannya. Lalu saya menceritakan apa yang diperbuat oleh wanita tersebut kepada Rasulullah ﷺ . Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadanya untuk masuk surga atau membebaskannya dari neraka.” (H.R.Muslim)

Jadi, engkau para wanita yang mungkin disakiti suami, atau ditinggal pergi, atau ditinggal wafat atau dikhianati dan punya 2 putri, sekarang engkau punya tujuan hidup yang jelas dan terarah. Fokuslah mensalihkan 2 putri tersebut hingga dewasa. Walaupun mungkin harus mengorbankan sebagian kebahagiaanmu. Setelah itu tunggu memetik hasilnya di akhirat. Karena Allah akan menikahkanmu di surga dengan lelaki saleh yang membuatmu 1000 kali melayang bahagia daripada dilamar lelaki di dunia.

CATATAN

Untuk mereka yang hanya memiliki 1 putri, jangan khawatir. Ada juga hadis yang menyebut janji yang sama untuk satu putri. Hanya saja, kebanyakan riwayat menyebut putri lebih dari satu sehingga punya anak putri lebih dari satu memang memiliki keutamaan lebih dibandingkan yang hanya satu.

Muafa

Senangnya Punya Anak Perempuan

Oleh: Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin)

Di antara orang-orang yang “setengah dijamin” masuk surga adalah mereka yang oleh Allah ditakdirkan memiliki 2 anak perempuan.

Orang yang diberi 2 anak perempuan, lalu diurus sebaik-baiknya, dibesarkan dengan kasih sayang, diajari hingga mandiri, dan dididik sampai menjadi salihah maka amalnya terhadap dua putrinya tersebut akan mengantarkannya ke surga. Al-Bukhārī meriwayatkan dalam al-Adab al-Mufrad sebagai berikut,

«عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ ‌مُسْلِمٍ ‌تُدْرِكُهُ ‌ابْنَتَانِ، ‌فَيُحْسِنُ صُحْبَتَهُمَا، إِلَّا أَدْخَلَتَاهُ الْجَنَّةَ”». [«صحيح الأدب المفرد» (ص57)]

Artinya,

“Dari Ibnu Abbās dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Tidaklah ada seorang muslim yang mendapatkan 2 anak putri, lalu mengurusnya dengan baik kecuali kedua putrinya tersebut akan memasukkannya ke dalam surga” (al-Adab al-Mufrad hlm 57)

Jangan pernah meremehkan amal mendidik anak perempuan.

Mendidik anak perempuan itu tidak mudah.

Apalagi di zaman penuh fitnah semacam ini.

Zaman di mana freesex sudah merajalela, narkoba mudah didapatkan, internet yang mengajarkan akhlak buruk mudah diakses, wanita bisa kontak dengan lelaki manapun hanya dengan ponsel dari kamar mereka, dan bisa pergi kemanapun hanya dengan grab/gojek, maka mendidik anak perempuan di zaman edan seperti ini sungguh benar-benar tugas yang tidak mudah.

Orang tua tidak hanya harus berjibaku mencari nafkah menyediakan uang untuk biaya makan, pakaian dan tempat tinggal mereka. Tetapi juga harus memikirkan biaya pendidikan yang terus naik dan biaya kesehatan yang tak terduga, sementara penghasilan bagi rumah tangga tertentu juga tidak selalu jelas. Juga harus rajin-rajin berdoa, menangis di tengah malam, dan menghiba-hiba kepada Sang Pencipta, agar menjaga anak-anak putrinya, agar melindungi anak-anak putrinya, agar selalu memberi petunjuk jalan yang lurus sehingga anak tidak terpengaruh semua pergaulan yang menjerumuskan.

Bukan kah banyak orang tua yang berangkat pagi pulang malam, sampai lembur-lembur dan begadang demi anak?

Apalagi jika yang mengurus anak perempuan adalah janda. Yang ditinggal mati suaminya. Yang dicerai suaminya. Yang dihianati suaminya. Yang berjuang sendirian dengan segala keterbatasannya sebagai seorang wanita. Yang kadang dilecehkan lelaki, diberi harapan palsu, dipermainkan perasaannya, bahkan ditipu dan disakiti setelah segala madunya dihisap.

Sungguh benar-benar tidak mudah mengurus anak-anak perempuan.

Oleh karena itu, sungguh wajar jika balasannya sangat besar. Yakni dijanjikan masuk surga karena amal membesarkan 2 anak putri tersebut.

Hanya saja, di awal tulisan saya beri penekanan bahwa mengurus 2 anak perempuan itu “setengah dijamin masuk surga”. Bukan pasti masuk surga. Jaminan masuk surga bagi orang yang diuji dengan 2 anak wanita sudah jelas dinyatakan dalam hadis. Tetapi pelaksanaannya masih harus dikembalikan kepada orang tua yang mendapatkan amanah tersebut.

Jika orang tua bisa mengatur niatnya bahwa membesarkan anak perempuan adalah amanah dari Allah dan punya misi mensalihahkan anak tersebut, maka insya Allah dapat janji penuh dalam hadis itu. Tapi jika niatnya adalah untuk memburu kebanggaan, pamer pada manusia, berharap dirawat anak di masa tua atau motif-motif duniawi yang lain, maka di akhirat dia tidak akan mendapatkan apa-apa.

Pertanyaannya, “Bagaimana jika yang diurus bukan 2 anak perempuan tapi bahkan 3 atau lebih?”

Jika dua anak perempuan saja sudah mendapatkan janji masuk surga, maka diuji 3 anak perempuan lebih layak lagi mendapatkan janji tersebut. Lebih-lebih ada hadis sahih yang memang menyebut mengurus 3 anak perempuan dipastikan akan masuk surga. Apalagi jika putrinya 4 atau lebih dari itu.

Lebih-lebih jika yang mengurus ini seorang janda atau wanita yang karena sebab tertentu harus mengurus anak sendirinya. Ada hadis sahih yang juga lugas menjamin wanita yang tabah mengurus 2 anak putrinya karena Allah dengan segenap kemiskinannya, bahwa dia juga dipastikan akan masuk surga. Muslim meriwayatkan,

عَنْ ‌عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: « جَاءَتْنِي مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلَاثَ تَمَرَاتٍ، فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً، وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا، فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِي كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا، فَأَعْجَبَنِي شَأْنُهَا، فَذَكَرْتُ الَّذِي صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ قَدْ ‌أَوْجَبَ ‌لَهَا ‌بِهَا ‌الْجَنَّةَ، أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ .». [«صحيح مسلم» (8/ 38 ط التركية)]

Artinya,

“Dari ‘Aisyah dia berkata: “Telah datang kepadaku seorang wanita miskin yang membawa dua anak perempuan, lalu saya memberinya makan dengan tiga buah kurma, wanita tersebut memberikan kurmanya satu persatu kepada kedua anaknya, kemudian wanita tersebut mengangkat satu kurma ke mulutnya untuk dia makan. Tapi, kedua anaknya meminta kurma tersebut, akhirnya dia pun memberikan (kurma) yang ingin ia makan kepada anaknya dengan membelahnya menjadi dua. Saya sangat kagum dengan kepribadiannya. Lalu saya menceritakan apa yang diperbuat oleh wanita tersebut kepada Rasulullah ﷺ . Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadanya untuk masuk surga atau membebaskannya dari neraka.” (H.R.Muslim)

Jadi, engkau para wanita yang mungkin disakiti suami, atau ditinggal pergi, atau ditinggal wafat atau dikhianati dan punya 2 putri, sekarang engkau punya tujuan hidup yang jelas dan terarah. Fokuslah mensalihkan 2 putri tersebut hingga dewasa. Walaupun mungkin harus mengorbankan sebagian kebahagiaanmu. Setelah itu tunggu memetik hasilnya di akhirat. Karena Allah akan menikahkanmu di surga dengan lelaki saleh yang membuatmu 1000 kali melayang bahagia daripada dilamar lelaki di dunia.

CATATAN

Untuk mereka yang hanya memiliki 1 putri, jangan khawatir. Ada juga hadis yang menyebut janji yang sama untuk satu putri. Hanya saja, kebanyakan riwayat menyebut putri lebih dari satu sehingga punya anak putri lebih dari satu memang memiliki keutamaan lebih dibandingkan yang hanya satu.

Blog at WordPress.com.

Up ↑