Takutlah Kepada Allah, Wahai Jiwa yang Berlumur Dosa Ini

Jika engkau sulit melakukan ketaatan, berhati-hatilah, jangan-jangan itu tanda Allah sudah tidak suka denganmu, jangan-jangan Allah sudah tidak menginginkan ketaatanmu.

Jika engkau sulit menangisi dosa-dosamu, berhati-hatilah, jangan-jangan itu tanda Allah telah menutup hatimu yang gelap pekat dengan hitamnya dosa-dosa.

Jika engkau sulit mengingat dosa-dosamu kepada Allah dan kepada sesama manusia, berhati-hatilah, jangan-jangan itu tanda Allah telah tak mempedulikanmu, dibiarkannya engkau dalam gelimang maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah.

Takutlah kepada Allah, wahai jiwa yang berlumur dosa ini …
Takutlah akan hari di mana setiap orang sibuk dengan dirinya sendiri dan ketakutan di hadapan Allah dan para malaikat…

Hari di mana dibentangkan jurang neraka Jahannam, hari di mana rantai-rantai yang berat dan kasar menyeret leher para musyrikin dan munafiqin, para pezina, para pembunuh, para pengkhianat dan para perampok untuk masuk ke dalamnya…

Hari-hari di mana semua rahasia dibukakan, hari di mana semua isi hati ditampakkan. Hari-hari di mana wajah-wajah tertunduk malu dan ketakutan yang mendalam, dalam dahsyatnya hari pengadilan.

Hari di mana semua rasa sakit di dunia menjadi terasa ringan, tak terasa walau hanya bagai seujung kuku sekalipun.
Hari di mana semua nikmat di dunia menjadi hambar, tak terasa walau hanya bagai setetes air sekalipun.

Tak Perlu Memikirkan Pulang bagi Mereka Yang Tak Punya Rumah

Orang yang tidak menganggap penting Akhiratnya, tidak akan mengerti betapa pentingnya belajar agama atau membaca tulisanĀ² agama.

Bukankah mereka yang tak punya rumah, tak perlu memikirkan pulang?!

Demikian juga akhirat, mereka yang tak yakin dengan surga dan neraka, tidak memikirkan cara untuk mencapai atau menjauhinya.

(Faishal Abu Ibrahim)

Blog at WordPress.com.

Up ↑