Kenapa Sibuk Mentahdzir Ahli Bid’ah?

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan: Kenapa sibuk mentahdzir ahli bid’ah, padahal umat sedang menghadapi permusuhan Yahudi dan Nashara serta orang-orang sekuler?

Jawaban: Kaum Muslimin tidak akan mungkin mampu untuk melawan Yahudi dan Nashara kecuali jika mereka telah mampu mengatasi berbagai bid’ah yang ada di tengah-tengah mereka. Jadi mereka mengobati penyakit yang ada pada diri mereka terlebih dahulu, agar mereka mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara.

Adapun selama kaum Muslimin masih terus menyia-nyiakan agama mereka dan suka melakukan berbagai bid’ah dan hal-hal yang diharamkan serta meremehkan dalam menjalankan syari’at Allah, maka mereka tidak akan mungkin mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara.

Hanyalah orang-orang kafir itu dijadikan menguasai umat Islam disebabkan karena mereka menyia-nyiakan agama mereka. Maka wajib membersihkan masyarakat dari berbagai bid’ah dan dari berbagai kemungkaran. Juga wajib melaksanakan perintah-perintah Allah dan perintah-perintah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam sebelum kita memerangi Yahudi dan Nashara.

Kalau tidak demikian, maka jika kita memerangi Yahudi dan Nashara dalam keadaan seperti ini, kita tidak akan mungkin mengalahkan mereka selama-lamanya. Justru merekalah yang akan mengalahkan kita dengan sebab dosa-dosa yang kita lakukan.

📚 Sumber artikel: Al-Ijaabaat Al-Muhimmah Fil Masyaakilil Mudlahimah, hal. 208-209.

“Kamu Jangan Nge-judge Gitu Dong! Kebenaran Hanya Milik Tuhan!”

Apa artinya belajar aqidah Islam dan manhaj, kalau lalu tidak bisa atau tidak berani memilah mana aqidah yang lurus dan mana yang menyimpang?

Tidak perlu termakan perkataan kaum liberal dan zindiq yang sedikit-sedikit bilang, “kamu jangan nge-judge gitu dong .. kebenaran hanya milik Tuhan”.

Kebenaran adalah milik Allah dan disampaikan kepada manusia oleh Rasul-Nya yang ma’shum, dan manusia diberi akal untuk bisa memilah dan membedakan (alias nge-judge) mana yang benar dan mana yang salah dengan menggunakan timbangan dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah berdasarkan interpretasi generasi salaf, yaitu tiga generasi pertama kaum muslimin.

Islam Bukan untuk Diperdebatkan (seruan untuk ahlul hawa)

Sesungguhnya perkataan “Islam bukan untuk diperdebatkan” adalah kalimat untuk mengumpat bagi para Ahli Syirik, Ahli Bid’ah dan Munafik yang tidak mau disalahkan atas kesesatannya agar tenang tanpa gangguan dalam menyebarkan kesesatannya dalam Aqidah, Amaliyyah ataupun Istinbath dalam hukum yang mengikuti Hawa nafsu saja di tengah masyarakat yang semakin hari semakin jauh dari ilmu.
.
Belajarlah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang membantah kesesatan Kafir Quraisy yang merubah ajaran Islam Nabi Ibrahim alaihissalam, Kafir Nashrani yang merubah ajaran Islam Nabi Isa alaihissalam dan Kafir Yahudi yang merubah ajaran Islam Nabi Musa alaihissalam.
.
Ketahuilah ! Dakwah Al Haq selalu tegak membantah kesesatan barisan mereka meski mereka tidak suka dan selalu ingin memadamkannya dengan berbagai cara. AKAN TETAPI, siapa yang bisa melawan dan menolak jika Allah telah berkehendak ingin menyempurnakan cahaya-Nya ? Hanya golongan Setan lah yang ingin memadamkan Al Haq.
.
(Atha bin Yussuf)

Cara Beragama Para Ahlul Hawa

Dalam menghadapi perbedaan pendapat di kalangan ulama, alih-alih mengikuti pendapat yang paling dekat dengan Al Quran, Al Hadits, pendapat para Shahabat dan ijma para ulama, para pengikut hawa nafsu akan mengambil pendapat yang sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Blog at WordPress.com.

Up ↑