Perdukunan dan Konsumsi Netizen Terhadapnya

Perdukunan di belakangan hari ini tidak bisa diremehkan keberadaan dan penyebarannya. Justru semakin ke sini, konsumsi masyarakat netizen terhadap ramalan, perdukunan dan pengagungan terhadap hal-hal berbau mistis semakin tinggi. Utamanya melalui YouTube. Jasa pelet misalnya, ya sudah terang-terangan. Sangat dibutuhkan ketegasan pemerintah dalam masalah ini. Tapi selama slogannya ‘dari rakyat untuk rakyat’, maka ngaca lagi:
‘Kalau rakyatnya doyan perdukunan dan mistis, ya untuk rakyat adalah fasilitas menujunya’
Berarti pundak para dai harus lebih kekar lagi untuk terus menyerukan kepada tauhid. Dan kita lihat yang paling concern dalam masalah anti-syirik adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Tidak usah disingkat. Kalau disingkat, kenyataan akan terbalik.


Perlu kita singgung para influencer atau youtuber yang justru mengajarkan kebid’ahan dan kesyirikan. Tentu di bab ini, Ahlul Bid’ah maupun ahli masalah khilafiyyah tidak bisa banyak menusuk penyimpangan dan mempertahankan aqidah, karena wong sendirinya mumet kok. Maka yang paling pas untuk membantah dan membongkar kesesatan mereka adalah Ahlus Sunnah.


Pak Bu sekeleusan, generasi sekarang memang ga langsung ikutan jurit malam, atau dateng ke kuburan minta-minta dan seterusnya. Tapi mereka nonton tiap hari video-video mistis dan syirik. Minimal: di mindset mereka tertanam bahwa itu tuh cuman buat hiburan.


Mas, dulu orang kita masih malu pakai celana youcanseebutyoucan’ttouch. Tapi karena film dan tontonan, dan alasannya ‘ini kan cuma film cuma hiburan’, akhirnya jadi nyata dan tuntunan. Sekarang banyak semi-kuntilanak sudah mulai berani pakai celana you can see and you can touch. Bahkan kuntilanak sendiri sudah surrender dan menyerah melihat pakaian sebagian awewe yang mendekati busana wewe gombel itu. Sekarang tingkatannya sudah mencapai level wewe. Tinggal cowoknya ini siapa aja yang jadi wowo.
Kembali ke syirik.


Youtuber sampai rela membakar dupa supaya dapat penampakan. Sebagai penonton, kita anggap itu cuma seru-seruan dong. Tapi bagi para ustadz dan ikhwan Ahlus Sunnah, ini menjurus ke syirik, jika bukan syirik itu sendiri. Membakar dupa demi setan, konten, penonton dan UUD.
Ada youtuber sampai rela membakar sate gagak di hutan supaya setan dateng. Dan masih banyak lagi kelakuan para penghamba duit.


Semua itu cuma: hiburan. Akhirnya jadi dianggap biasa. Kita tereak di mimbar melawan syirik. Jemaah muda mudi ga mau nerima bahkan bilang, ‘Ustadz lebay ah. Itu semua kan cuma hiburan. Daripada ngebucin atau ngegabut, mendingan ngehibur orang. Kan dapet pahala.’


Kita di medan dakwah, terutama dai-dai muda, kadang belum cukup menyampaikan dalil dan kesimpulan. Tapi sebut langsung contoh real di masa kini. Biar terbayang di benak jemaah muda. Biar kena maksudnya. Biar kena di hati mereka bahwa itu syirik. Bukan sebatas hiburan.


Kita memang termasuk bangsa yang paling hobi kalau menonton atau menceritakan hal-hal mistis. Di sinilah setan suka. Kalau ada ensiklopedi varian jin, mesti Indonesia paling tebal bukunya. Dari jin-jin klasik seperti pocong, kuntilanak sampai jin-jin kontemporer, seperti nenek gayung. Boleh jadi kelak ada jin jelmaan Mang Oleh. Sekalian saja ada jin wujudnya odading. Nanti kita bikin lagi jin kepal milo.
Dan semua setan itu, didukung oleh warung makanan dan minuman. Ada Es Pocong, sambel setan, dan seterusnya.


Sepertinya saya cukup saja menulis sepatah dua patah kata ini. Takutnya malah jadi panjang.

(Ust Hasan Al Jaizy)

Seburuk-buruk Wanita

بسم الله الرحمن الرحیم

Telah Berkata Amīrul mu’minin ‘Umar bin Khaththāb Radhiyallahu ‘anhu:

« أقـبـح النـسـاء السـلفـع »

” Seburuk – buruk wanita adalah As_salfa’.”

Assalfa’ : Pemberani terhadap para laki-laki dan tidak ada rasa malu terhadap mereka.

(Ibn Abī Syaibah : 32503)

قنـاة : الـفتيات_العفيفـات

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ.

Sedangkan Gunung-Gunung Saja Ketakutan

Allah ta’ala berfirman:

لَوْ أَنزَلْنَا هَـٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
(Al-Hashr – 21)

Hanya untuk manusia yang mau berfikir tentang hakikat kehidupan..
Adapun yang pikirannya hanya seputar perut dan kemaluan..
Ia tidak akan memikirkan hal itu…

(Ust Badrusalam)

Berzina dengan Istri Tetangga

Zina dengan isteri tetangga


عن الْمِقْدَاد بْنَ الْأَسْوَدِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ مَا تَقُولُونَ فِي الزِّنَا قَالُوا حَرَّمَهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ فَهُوَ حَرَامٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ لَأَنْ يَزْنِيَ الرَّجُلُ بِعَشْرَةِ نِسْوَةٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ

Dari Miqdad bin al-Aswad, Rasulullah bersabda kepada para shahabatnya, “Apa komentar kalian mengenai zina?”. Para shahabat mengatakan, “Zina itu diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya. Zina itu haram sampai Kiamat tiba”. Rasulullah lantas bersabda, “Sungguh jika seorang laki-laki itu berzina dengan sepuluh wanita yang bukan tetangganya itu dosanya lebih ringan dibandingkan dengan berzina dengan isteri tetangga sendiri”.


قَالَ فَقَالَ مَا تَقُولُونَ فِي السَّرِقَةِ قَالُوا حَرَّمَهَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ فَهِيَ حَرَامٌ قَالَ لَأَنْ يَسْرِقَ الرَّجُلُ مِنْ عَشْرَةِ أَبْيَاتٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَسْرِقَ مِنْ جَارِهِ

Rasulullah bersabda, “Apa komentar kalian mengenai tindakan mencuri?”. Para shahabat mengatakan, “Mencuri itu diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya. Jadi hukum mencuri adalah haram”.
Rasulullah bersabda, “Sungguh jika seorang itu mencuri di sepuluh rumah yang bukan tetangganya itu dosanya lebih ringan dibandingkan dengan mencuri di satu rumah yang merupakan tetangganya sendiri”

HR Ahmad no 23905, Syuaib al-Arnauth mengatakan, “sanadnya jayyid”.

Sebab Fitnah dari Wanita

Kepada setiap siapa saja yang ketika menikah mencari kecantikan, nasab, harta, dan mengabaikan serta meninggalkan sisi agama, bacalah (kisah berikut) semoga Allāh menjagamu:
“Seseorang mengeluh disisi Sufyān bin ‘Uyainah bahwasanya ia menikahi seorang wanita lalu ia menjadi barang yang paling hina disisi istrinya dan paling remeh yakni ia menghina suaminya.

Lalu Sufyān berkata: “Mungkin engkau berhasrat kepadanya karena engkau ingin menambah kemuliaan ?”.

Ia berkata: “Benar”.

Dan Sufyān berkata: “Barangsiapa pergi menuju kemuliaan, maka ia diuji dengan kehinaan, dan barangsiapa pergi menuju harta maka ia diuji dengan kefaqiran, dan barangsiapa pergi menuju agama, maka Allāh akan mengumpulkan untuknya kemuliaan, harta, beserta agama”.

[Hilyatul Auliyā’ 7/289]

Kenapa Sibuk Mentahdzir Ahli Bid’ah?

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan: Kenapa sibuk mentahdzir ahli bid’ah, padahal umat sedang menghadapi permusuhan Yahudi dan Nashara serta orang-orang sekuler?

Jawaban: Kaum Muslimin tidak akan mungkin mampu untuk melawan Yahudi dan Nashara kecuali jika mereka telah mampu mengatasi berbagai bid’ah yang ada di tengah-tengah mereka. Jadi mereka mengobati penyakit yang ada pada diri mereka terlebih dahulu, agar mereka mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara.

Adapun selama kaum Muslimin masih terus menyia-nyiakan agama mereka dan suka melakukan berbagai bid’ah dan hal-hal yang diharamkan serta meremehkan dalam menjalankan syari’at Allah, maka mereka tidak akan mungkin mendapatkan pertolongan atas Yahudi dan Nashara.

Hanyalah orang-orang kafir itu dijadikan menguasai umat Islam disebabkan karena mereka menyia-nyiakan agama mereka. Maka wajib membersihkan masyarakat dari berbagai bid’ah dan dari berbagai kemungkaran. Juga wajib melaksanakan perintah-perintah Allah dan perintah-perintah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam sebelum kita memerangi Yahudi dan Nashara.

Kalau tidak demikian, maka jika kita memerangi Yahudi dan Nashara dalam keadaan seperti ini, kita tidak akan mungkin mengalahkan mereka selama-lamanya. Justru merekalah yang akan mengalahkan kita dengan sebab dosa-dosa yang kita lakukan.

📚 Sumber artikel: Al-Ijaabaat Al-Muhimmah Fil Masyaakilil Mudlahimah, hal. 208-209.

Haters

[Bismillah]

Some people don’t find a reason to hate you, except just because can’t be like you. Don’t waste your time to pay attention for haters.

Don’t give up on who you are as long as on the right path. Keep shining and move on. Your life is your achievement. Do not let your way be determined by the hatred of others

Allahu yubaariku fiikum.

(Ust Ammi Ahmad)

Antara Suami dan Orang Tua

Seringkali seorang istri tatkala berbuat baik, tunduk dan patuh kepada kedua orang tuanya, maka ia merasa telah benar-benar beramal sholeh.

Maka bisakah ia menghadirkan perasaan ini tatkala ia tunduk, patuh dan berbuat baik kepada suaminya? Tatkala ia berbakti kepada suaminya seakan-akan ia berbakti kepada kedua orang tuanya?

Seringkali seorang istri merasa telah terjerumus dalam dosa besar tatkala tidak patuh dan tatkala menyakiti hati kedua orang tuanya, maka apakah ia juga merasakan telah terjerumus dalam dosa besar tatkala tidak patuh, tidak taat serta tatkala menyakiti dan menyedihkan hati suaminya?

Bukankah para ulama telah menjelaskan bahwa seorang istri harus lebih berbakti kepada suaminya daripada kedua orang tuanya?

Semoga Allah menjadikan para istri-istri sholehah lebih semangat dalam berbakti kepada suami-suami mereka.

Sungguh keridhoan suami-suami mereka adalah kunci untuk membuka pintu-pintu surga, aamiin.

(Ust Firanda Andirja)

Sikap Pertengahan Terhadap Ibnu Sina

.
Abu Ali Al Husain bin Abdillah al-Balkhi (wafat 427H), lebih dikenal dengan nama Ibnu Sina, adalah seorang ilmuwan ahli di bidang kedokteran, bidang filsafat, kimia dan berbagai macam ilmu lainnya. Beliau terkenal cerdas dan menguasai cukup banyak bidang ilmu. Beliau juga belajar agama, akan tetapi pelajaran agama beliau banyak terpengaruh oleh ilmu filsafat Yunani dan terpengaruh ajaran-ajaran yang menyimpang akidah Islam. Bahkan penyimpangan-penyimpangan yang ia lakukan sampai pada level mengeluarkan pelakunya dari Islam. Beliaupun ikut mendakwahkan akidah menyimpang ini, dan menulis beberapa kitab filsafat diantaranya “asy-Syifa”, “al-Isyarat”, “al-Qanun”, dan yang lainnya.
.
Inti dari tulisan kami adalah sikap pertengahan terhadap Ibnu Sina terkait status beliau sebagai ilmuwan dan akidah beliau yang sangat jauh keluar dari Islam. Ada beberapa poin yang perlu kita perhatikan:
.
Pertama: Banyak ulama yang sudah menganggap beliau keluar dari Islam karena akidah yang sangat melenceng dari Islam. Mungkin ini hal ini membuat “kaget” sebagian kaum muslimin di Indonesia karena selama ini mereka mengira bahwa Ibnu Sina adalah Islam dan ilmuwan Islam. Kami akan nukilkan perkataan-perkataan ulama yang menyatakan hal ini, terutama ulama yang terkenal dari mazhab Syafi’i yang merupakan mazhab mayoritas di Indonesia semisal Adz-Dzahabi, Ibnu Hajar Al-Asqalani, dan Ibnu Katsir. Masih banyak penjelasan ulama lainnya terkait akidah Ibnu Sina ini.
.
Kedua: Status beliau sebagai seorang ilmuwan, maka kita pun memperlakukan beliau sebagaimana ilmuwan non-muslim lainnya. Tidak haram mengambil ilmu dunia bermanfaat dari beliau, selama hal itu tidak ada kaitannya dengan agama.
.
Ketiga: Ada pendapat yang lemah (karena kebenarannya belum bisa dipastikan) bahwa beliau telah bertaubat dari akidah yang menyimpang tersebut ketika akan meninggal. Tentu kita sangat berharap ini benar. Namun demikian, pendapat ini lemah, dan yang terpenting bagi kita adalah tetap berlepas diri dan mengingatkan umat dari akidahnya yang sangat melenceng dari akidah Islam.
.

(Ust dr Raehanul Bahraen)

Hijrah itu Totalitas

Hijrah itu totalitas, tidak takut kehilangan teman lama yang ahli maksiat, tidak takut kehilangan pekerjaan lama yang haram, tidak takut kehilangan lembaga-yayasan lama yang menyimpang ataupun syubhat, tidak takut kehilangan lingkungan lama yang penuh kubangan dosa.

Hijrah dari dosa masa lalu itu harus berani, jangan khawatirkan rezeki (dari) Allah,

Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah ganti dengan yang jauh lebih baik, syaratnya ya tinggalkan dulu, baru Allah ganti. Bukan cari aman dulu.

(Ust Hafzan El Hadi)

Blog at WordPress.com.

Up ↑