(3)
Merangkak di Atas Serpihan yang Tersisa dari Gunung Sunda Purba

Gn Burangrang yang termasuk dalam kategori stratovolcano tipe B dengan ketinggian 2050 mdpl, adalah satu dari sekian puncak-puncak kecil yang tersisa dari letusan dahsyat gunung raksasa Gn Sunda yang terbentuk sekitar 2 juta tahun yang lalu, yang kemudian mengalami serangkaian letusan dahysat dalam rentang waktu 210 ribu – 9 ribu tahun yang lalu, hingga meruntuhkan badan Gunung Sunda dan menyumbat aliran sungai Citarum purba hingga airnya menenggelamkan Bandung serta menciptakan Patahan Lembang yang membentang sejauh 29km di sisi utara Bandung.

Letusan Gn Sunda diperkirakan memuntahkan material sebesar 66 ribu kilometer kubik, sementara letusan Krakatau ‘hanya’ 18 ribu kilometer kubik.

Sisa-sisa kaldera Gn Sunda masih tampak jelas dalam pola topografi rangkaian Gn Burangrang, Gn Pasir Pangukusan, Gn Lumengan, Pasir Limas, Gn Wayang, Gn Sunda muda dan tentunya Gn Tangkuban Prahu. Gunung-gunung ini adalah sisa badan gunung yang bagian atasnya telah terlontar ke langit dan jatuhan materialnya menutupi daratan seluas 200 kilometer persegi.

Menampak Situ Lembang
Menampak Pasir Pangukusan, Pasir Limas, Gn Lumengan, Gn Sunda, Gn Wayang. Semuanya sisa-sisa Gn Sunda purba

Bukankah Kami telah menjadikan Bumi itu sebagai hamparan? – Dan gunung-gunung sebagai pasak? (QS An-Naba’ Ayat 6-7)


Kembali: https://mistytrail190318094.wordpress.com/jalan-setapak-berkabut/1/

Berikutnya: Kabut Melayang di Atas Semak Edelweis yang Punah. Manglayang
https://mistytrail190318094.wordpress.com/jalan-setapak-berkabut/5/

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41