Cacat Fikir Ahlul Bid’ah

Ketika berbicara tentang Allah maka logika yang terdepan. Ketika berbicara tentang berkah dan karamah wali, logika tak lagi nampak.

Apakah Imam Syafii Muhammad bin Idris seperti ini?

(Syarif Ja’far Baraja)

Su’ul Khatimah Ahlul Bid’ah

Kufur dan banyak mengerjakan amalan² bid’ah adalah faktor utama su’ul khatimah.

Mengikuti pendapat yg menyimpang dg bertaklid atau su’ul fahm. Ketika tabir tersingkap (saat sakaratul maut) barulah sadar bahwa semua keyakinan dan seluruh jenis amalan menyimpang tanpa dasar.

Ibnu Faridh umar bin Ali al Hamawi, wafat 632 H meyakini al Ittihad atau kawula manunggaling gusti. Ketika menghadapi sakaratul maut ia mendendangkan dua bait syair yg mengekspresikan kesengsaraan dan kebinasaan nya sambil menangis;

“Apabila kalian masih menyimpan rasa cinta kepadaku sebagaimana yg telah kulihat,
maka aku telah menyia² kan usiaku”

“Sebuah harapan agar jiwaku mendapatkan nya selama beberapa lama, dan sekarang aku yakin semua itu hanyalah fatamorgana”.

Ia menyatakan demikian setelah melihat kemurkaan Allah. Dan diperlihatkan kepadanya hakikat keyakinan dan amalnya.

Sangat sedikit ahlul bid’ah yg meninggal dunia dengan membawa iman dan husnul khatimah.

Agung Bursyaga

اني قد رزقت حبها…….

Sungguh aku telah dikaruniai cintanya…..

**
Cinta sejati harus teruji oleh waktu, saling memprioritaskan namun bukan cinta buta.

Tidak ada romansa paling agung didunia ini selain kisah cinta Rasulullah dg ibunda Khadijah.

Al Mubarakfuri didalam tarikhnya ar Rahiqul Maktum mengomentari sosok ibunda Khadijah;

“Beliau merupakan nikmat yg paling agung bagi Rasulullah. Selama seperempat abad hidup bersama nya, ia senantiasa menghibur saat beliau cemas, memberikan dorongan disaat² paling kritis, menyokong penyampaian risalah nya dan selalu membela beliau baik dg jiwa maupun dg harta”.

Rasulullah bertutur; “Allah tidak memberikan ganti kepadaku yg lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku di saat manusia tidak beriman, ia membenarkanku di saat manusia mendusta, ia mengeluarkan hartanya untukku dan Allah mengaruniakanku anak darinya sementara tidak dikaruniakan dari selainnya…(Musnad Ahmad)

Ketika beliau mendoakannya “Yaa Allah jadikanlah Khadijah bercahaya”
Ibunda Aisyah pun cemburu lalu mengatakan;

“Engkau masih ingat dg wanita Quraisy yg sudah tua renta dan sudah lama meninggal dunia, sungguh Allah telah memberikan kepadamu ganti dg wanita yg lebih baik darinya”. (HR Bukhari)

Beliau tidak mampu menyembunyikan perasaannya dan sering menyebut² nama Khadijah. Ibunda Aisyah pun mengomentari;

Khadijah…Khadijah… seakan² tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah…..

Rasulullah berkata; “Memang begitulah keutamaan Khadijah, darinyalah aku mendapatkan anak”. (HR Bukhari)

Innii qad ruziqtu hubbahaa….
Sungguh aku telah dikaruniai cintanya…
(HR Muslim)

Bahkan beliau sama sekali tidak pernah melupakan Khadijah hingga empat belas tahun setelah wafatnya.

Agung Bursyaga

Tolerance

If you tolerate anything, you stand for nothing.
If you tolerate nothing, anything can’t stand with you.

Ustadz Hasan Al Jaizy

Blog at WordPress.com.

Up ↑