Ghibah

Ketika ada yang mengghibah seseorang, kita nasehati dia agar jangan ngomongin orang.. Tapi malah dijawab: “Kok kamu belain dia sih?”

Kita jawab: “Bukan.. Justru saya belain kamu, supaya kamu ga terjerumus dalam dosa. Adapun aib dia, kesalahan dia, itu urusan dia dengan Allah.

Kalau kamu ingin memperbaiki dia, ya datangi dia, omong langsung ke dia. Kalau nggak mampu, berarti kamu bukan termasuk yang wajib nasehati dia. Nah kalau kamu nggak wajib karena ga mampu menasehati, maka kewajibanmu diam, ingkari dengan hati, bukan malah ghibah dia, karena itu bukan solusi dan malah jadi dosa…

Tapi kalau memang niatnya cari solusi, ya silakan, misal kamu ghibah orang ini di depan orang yang kamu harap bisa menasehati dan meluruskan dia.. Kalau itu silakan saja, ghibah antara dirimu dan orang yang kamu harapkan ini, cukup berdua tidak perlu melibatkan orang lain apalagi banyak orang yang tidak berkepentingan..”

Ustadz Ristiyan Ragil Putradianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: