Hati-Hati dalam Berfatwa dalam Bab Poligami

Masih banyak ikhwah yang membahas poligami di beranda.


Kita ingin sedikit memberi sudut pandang berfikir:
Banyak yang menentang poligami dengan alasan laki-laki tidak mampu, bahkan tidak sedikit para da’i juga ikut berbicara demikian, tapi saat mereka berbicara sisi ketidak mampuan laki-laki berpoligami ini, disayangkan mereka tidak berbicara sudut pandang lain yang juga tidak kalah besar mafsadatnya (zina) saat membahas dalam pembahasan yang sama.


Bila bertemu 2 kemudharatan yang tidak bisa ditinggalkan bersamaan apa yang anda fatwakan ?
2 kemudharatan itu:

  1. Menikah dengan keadaan apa adanya
  2. Berzina diam-diam dengan dalih takut miskin dan takut tidak berbuat adil.
    Keadaan 1 memiliki mudharat mungkin akan menelantarkan keluarga dalam sudut pandang terbatas manusia, padahal dalam masalah ini masih ada peluang akan menjadi mampu karena rizqi ada di tangan Allâh bukan pada pemilik fatwâ.
    Keadaan 2 tidak kalah besar mafsadatnya, dan sulit untuk menghindar darinya bagi siapa yang syahwatnya misalnya melebihi syahwat rata-rata laki-laki pada umumnya, mungkin mereka bisa selamat dari zina akbar, tapi belum tentu mereka bisa selamat dari zina hati, zina mata, zina tangan, zina telinga, dan lain-lainnya

Hati-hati dalam berfatwâ, karena andai terjadinya perzinahan dengan sebab orang takut menikah akibat fatwâ anda, lalu memilih jalan yang salah karena tidak punya jalan untuk kemaslahatan dirinya, maka anda mungkin saja akan terkena juga dosanya, seberapa sering mereka berzina mungkin saja anda akan terkena dampaknya akibat fatwâ anda yang menutup jalan ini.
Bicaralah dengan baik atau diam.


Berfatwâlah sesuai kondisi lapangan, lihat situasi keadaan, dan jangan menggeneralisir.
Bila anda seorang da’i yang tidak setuju poligami jangan menggunakan kata “Kita” telah merusak citra poligami karena memaksakan diri untuk melakukannya, tapi katakanlah “saya” telah merusak citra poligami.


Karena apa yang anda temui tidak mewakili semua, karena anda ya anda, dan anda bukan orang lain.
Bisa jadi anda berpoligami karena ingin gaya-gayaan, tapi banyak selain anda ingin berpoligami karena ingin menyelamatkan diri mereka agar terhindar dari zina.

Catatan:
Jangan anda katakan anda kuat, ingat telah banyak contoh para da’i baik sudah mengaji sunnah ataupun belum mengaji sunnah tatkala mengaku kuat dengan 1 istri lalu Allâh uji, akhirnya mereka berpoligami, bahkan ada diantara mereka langsung redup di tengah popularitas mereka.

Dihyah Abdussalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: