Kejahilan Berbalut Kalimat Mutiara

“Percuma menjadi pelangi untuk suami yang buta warna”

atau

“Percuma menjadi nada yang indah untuk istri yang tuli”

Dikira kalimat-kalimat seperti itu keren.

Padahal itu menunjukkan amalnya untuk manusia, mengharap apresiasi manusia dan berharap dibalas manusia.

Ini keliru.

Beramallah sebaik mungkin dengan niat dilihat Allah, diapresiasi Allah dan diperhatikan Allah. Harapkan Dia rida padamu. Haraplah balasan dariNya.

Buang semua harapan pada manusia.

Itu baru ikhlas sejati.

Setiap amal dan kebaikan apapun yang masih berharap dihargai manusia, maka kita tidak akan mendapati balasannya di akhirat.

Alangkah banyaknya kejahilan di zaman sekarang yang berbalut kalimat mutiara.

(Muafa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: