Jangan Sampai Diammu Dianggap Setuju

Ketika para pemuka agama di masyarakat (tgk; kiyai; tuan guru; dll) diam saat kemaksiatan berlangsung di hadapan mereka, padahal sdh dijelaskan di kitab yang mereka pelajari bahwa itu maksiat.

Akibatnya, ketika suatu saat nanti ada yang mengingkari dengan memakai penjelasan kitab tsb.
Maka, akan terdengar jawaban:

“Dari dulu kami sudah melakukanya, gak ada kiayi yang larang. Kok, kamu anak kemaren sore, ngelarang kami. Emang kamu lebih paham isi kitab dari tuan guru kami? Dasar ” Wahabi”.

Sungguh engkau akan bertanggung jawab atas “diam” mu yang dianggap sebagai persetujuan oleh masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: