Ketaatan kepada Suami Lebih Tinggi Kedudukannya Daripada kepada Orang Tua

Kedudukan suami lebih tinggi daripada ustadz, ibu. Kedudukan suami lebih tinggi daripada guru. Kedudukan suami lebih tinggi daripada kyai. Kedudukan suami lebih tinggi daripada kedua orang tua.

Maka ketaatan kepada suami lebih tinggi daripada ketaatan kepada orang tua. Di sini saya sampaikan. Ini ijma ulama.

Setelah seorang wanita menikah maka dia harus taat kepada suaminya lebih dari kepada kedua orang tuanya. Kenapa bisa demikian ustadz ??

Bukankah yang melahirkan orang tuanya. Yang merawat ia sejak kecil orang tuanya. Sudah puluhan tahun dia rawat sang putri.
20 tahun kemudian dinikahi sama orang lain ketaatannya kemudian berubah harus kepada suaminya.

Memang demikian. Demikian. Tetapi syariat punya pandangan yang lebih daripada itu.

Ustadz Firanda Andirja Hafidzhahullah.
—selesai—

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

وليس على المرأة بعد حق الله ورسوله أوجب من حق الزوج

“Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita – setelah hak Allah dan Rasul-Nya- daripada hak suami” (Majmu’ Al Fatawa, 32: 260)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: