Bersikap Pertengahan terhadap Penguasa

Harus diakui bersikap pertengahan itu sulit, terutama kalau kita tidak tahu ilmunya.

Sebagian orang karena sangat berhati-hati sampai tidak membolehkan pengingkaran terhadap kemungkaran yang terpublikasikan dan butuh untuk diluruskan, dengan alasan bahwa itu berasal dari pemerintah.

Padahal para ulama telah menjelaskan dan mengakomodir hal ini. Bahwa nahi munkar tetap bisa dilakukan dengan batasan-batasan sesuai syariat. Bisa dibaca di sini: https://cintasedekah.org/Muamalah-kepada-Penguasa-di-Era…

Sebagian yang lain, kebablasan mengomentari kebijakan-kebijakan yang sebetulnya bukan kemungkaran, dengan alasan nahi munkar dan nasehat terang-terangan. Ini juga tidak tepat.

Definisi kemungkaran adalah hal-hal yang melanggar syariat dan bukan ruang ijtihad. Dan para ulama mengatakan: dalam perkara ijtihadiyah tidak ada nahi munkar.

Sehingga kalau sebuah kebijakan itu *tidak melanggar syariat* atau tidak menyentuh ranah syariat, maka itu masuk dalam perkara siyasah syar’iyyah dan bagian dari ijtihad yang kita tidak boleh menganggapnya sebuah kemungkaran yang wajib diingkari.

Menyikapi kebijakan yang TIDAK bertentangan dengan syariat, ada dua pedoman:

1. Ketika tidak sependapat dengan kebijakan tersebut, maka harus berdasarkan ilmu. Sehingga, kebijakan pemerintah tidak boleh dikomentari oleh orang yang bukan ahli di bidangnya, apalagi ramai-ramai oleh netizen yang tidak paham permasalahan.

2. Karena bukan ranah nahi munkar, maka kedaruratan untuk disampaikan secara terbuka tidaklah sebagaimana nahi munkar. Akan tetapi ia sebagaimana kritik dan saran pada umumnya yang diusahakan sampaikan secara tertutup agar mudah diterima,

Atau jika harus terbuka maka disampaikan dengan bahasa yang baik dan sopan, bukan dengan sindiran-sindiran yang menjatuhkan martabat dan wibawa pemerintah.

Walhasil, kesimpulannya tetap tidak dibenarkan membicarakan politik dan kebijakan pemerintah di medsos, kecuali urusannya adalah nahi munkar yang mau tidak mau harus dilakukan.

Jadikanlah itu keterpaksaan, bukan hobi.

Ustadz Ristiyan Ragil Putradianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: