Hermeneutika dan Liberalis

Dalam mitologi Yunani, hermes adalah sang pembawa pesan, penghubung antara manusia dengan para dewa. Dalam keyakinan bangsa Yunani, antara manusia dengan dewa tidak bisa berkomunikasi secara langsung karena antara keduanya terkendala adanya perbedaan ‘bahasa’ sehingga mereka membutuhkan keberadaan seorang interpreter yg akan menyampaikan keehendak dewa dalam bahasa manusia ataupun sebaliknya. Disinilah tugas Hermes yg tertulis dalam kisah-kisah mitologi Uunani.

Dari kata Hermes ini muncullah istilah hermeneutika, sebuah metode dalam menerjemahkan isi dari kitab Injil sehingga manusia bisa memahami maksud dari ucapan-ucapan Tuhannya. Sebab dalam pandangan mereka firman Allah sangatlah kompleks yg tidak bisa begitu saja dipahami oleh manusia yg ingin mendapatkan petunjuknya.

Sebuah metode yg belakangan hendak dicoba oleh segolongan kaum liberal untuk menafsirkan Al-Qur’an. Tentu saja itu sangatlah konyol, sebab Al-Qur’an ditulis dalam bahasa arab dengan bahasa sastra yg tinggi, sudah tentu untuk menafsirkannya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yg mengerti bahasa Arab, bukannya ahli bahasa latin sebagaimana yg tertulis dalam Injil. Gak bakalan nyambung.

Abdul Hakim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: