S.T.A.N.D.A.R.


Terlalu fokus pada nilai benda, kadang membuat kita sulit menghargai dan menyukuri nilai sebuah usaha.
Dulu, kita pernah bisa begitu gembira dengan hal-hal yang bersahaja. Tapi, seiring kian lapangnya karunia Allah Ta’ala, kenapa yang sederhana justru jadi terasa kurang bermakna? Bahkan menjadi tak lagi berharga?

Apakah ini terjadi akibat keyakinan bahwa standar gaya hidup mesti berkembang seiring wawasan yang kian terbuka? Hingga, standar rasa syukur pun jadi meninggi mengikuti nilai benda-benda yang menjadi standar kita?

Ke mana perginya kegembiraan yang bersahaja? Ia tak lagi nampak bekas jejaknya. Mungkin, diam-diam, dia telah pergi meninggalkan kita, karena selama ini kita terlalu sibuk mendongakkan kepala….
.
.
.
IG: @abun_nada
mawasdiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: