Rumput Tetangga

Jangan mudah tergiur dengan hijaunya ‘rumput tetangga’. Karena seringkali di balik setiap kelebihan yang kamu lihat dari mereka, Allah uji masing-masing dari mereka dengan kesulitan yang tidak Allah timpakan kepadamu.


Mungkin kamu pernah merasa iri dengan saudaramu yang kaya raya. Mau beli apa saja bisa. Nggak perlu mikir panjang untuk alokasi keuangan. Tapi siapa sangka, ternyata Allah mengujinya dengan penyakit kanker, gagal ginjal, kelumpuhan, atau penyakit lain yang membuat mereka tidak bisa lagi menikmati kekayaannya sampai akhir hayatnya.
Sementara kamu? Walaupun kamu cuma punya motor bebek butut yang batok kepalanya getar, tapi Allah membuat hatimu tenang karena Dia selalu memberimu kesehatan serta memberkahi usiamu. Maka syukurilah.


Atau mungkin, terkadang kamu iri dengan rizki yang Allah berikan kepada saudaramu berupa seorang istri yang sangat cantik. Padahal sebagai suami, menurutmu muka saudaramu itu sangat pas-pasan, misalnya. Tapi siapa sangka, dengan memanfaatkan wajah cantiknya itu, ternyata istrinya suka berkhianat di belakang suaminya dan suka menggoda lelaki lain sampai terjerumus ke dalam dosa.
Sementara kamu? Walaupun mungkin istrimu tidak secantik istrinya, namun Allah memberi hidayah kepada istrimu untuk menjadi istri yang amanah, taat kepadamu, lembut tutur katanya, tidak banyak menuntut, sejuk dipandang, dan setia kepadamu. Maka syukurilah.


Atau mungkin, terkadang kamu iri dengan temanmu yang karier dan studinya lancar. Masih muda sudah jadi bos atau jadi Doktor, misalnya. Tapi siapa sangka, ternyata Allah mengujinya dengan sulitnya mendapatkan jodoh di usia yang tidak lagi muda. Atau barangkali ada yang sudah menikah tapi terpaksa LDR karena tuntutan pekerjaan dan jabatan.

Sementara kamu? Walaupun kamu hanya seorang bawahan yang lulusan SMA, misalnya. Namun Allah memberi ketenteraman di hatimu dengan mudahnya dirimu mendapatkan jodoh. Dimana setiap kamu terbangun dari tidurmu, kamu dapat melihatnya ada di sampingmu. Maka syukurilah.

Tidak ada satupun celah bagi kita di dalam kehidupan dunia yang fana ini untuk tidak bersyukur kepada Allah.

Anas Baihaqi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: