Takfir Itu Bukan Soal Gaya-Gayaan

Takfir itu bukan soal berani atau untuk gaya-gayaan supaya kelihatan tegas, tapi ia murni merupakan pengamalan dari ilmu, dan karena ada kebutuhan di dalamnya.

Sebab, status muslim atau kafir itu imbasnya ke banyak hal, mulai dari status keabsahan perkawinan, status sembelihannya, kebolehan mensholatkan, dan lain-lain.

Dan juga sebagai pelajaran bagi yang lain agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang ternyata bisa menjerumuskan pada kekafiran.

Adapun hukum asal dari takfir adalah berhati-hati, karena terdapat ancaman keras dari Nabi bahwa jika serampangan atau gampang mentakfir maka kekafiran akan kembali ke dirinya.

Maka yang berhati-hati dalam takfir jangan dibully. Sebagian ulama mengatakan: Salah dalam menghukumi muslim seorang murtad, lebih ringan daripada menghukumi kafir seorang yang masih muslim.

Ustadz Ristiyan Ragil Putradianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: