Sifat Malu yang Mulia pada Ummul Mukminin

Nabi dimakamkan dalam rumah Aisyah di sebelah Masjid Nabawi. Karena sangat menyayangi Nabi, Aisyah tinggal dan tidur di dalam makam Nabi setiap harinya.

Selepas itu Khalifah pertama yaitu Abu Bakar As-Sidiq pun meninggal dunia dan dimakamkan di sebelah Nabi dan Aisyah masih tinggal dan tidur di dalam makam itu.

Setelah itu Umar Al-Khatab pun meninggal dan dimakamkan di dalam ruangan makam yang sama bersama Nabi Muhammad dan Abu Bakar maka Aisyah pun sejak saat itu tidak lagi tinggal di makam itu.

Maka para sahabat bertanya ; “Kenapa kamu Aisyah tidak lagi tiggal dan tidur di makam selepass Umar Al-Khatab juga dimakamkam di situ?”

Jawab Aisyah … ketika Nabi meninggal aku tinggal di situ karena dia suamiku dan Abu Bakar ayahku, maka aku bebas untuk membuka aurat, menyikat rambut dan buat apa saja karena mereka mahramku namun apabila Umar Al-Khatab masuk daalam makam itu (walaupun dalam keadaan mati) aku menjadi segan dan malu untuk bebas seperti biasa sebab dia bukan mahramku.

Dalam kisah ini tampak begitu hebatnya Aisyah dalam menutup auratnya meskipun Umar Al– Khatab dalam keadaan meninggal.

Seharusnya kita sebagai umat Islam terkhususnya bagi wanita bisa mengikuti dan mencontohkan sebagaimana yang dilakukan Aisyah dalam menutup auratnya, kita bisa lebih teliti dalam hal-hal kecil seperti menutup aurat ini. Namun dalam kita sehari- hari tak jarang kita melihat Muslim yang masih belum sepenuhnya menutup aurat sesuai kaidah yang telah ditetapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: