Memilih Pemimpin (2)

Nyoblosnya sendiri bukan ushul. Ma’ruf kalau itu ijtihadiyah..

Tapi yang melandasi kenapa dia nyoblos, bisa jadi masuk kepada ushul.. Ini yang akan membedakan kita dengan ahli bid’ah yang fokus pada kekuasaan.. Kalau kita tidak… kita hanya fokus pada dakwah tauhid, bukan kekuasaan.. dan nyoblos karena menghindari mafsadah yang lebih besar, bukan karena kekuasaan..

“Trus kalau salafi nggak berkuasa, kapan bisa menerapkan hukum Allah?”

Allah akan beri kekuasaan kalau kita bertauhid dan beramal shalih, baca QS An Nuur: 55. Kalau kita memaksakan berkuasa dengan cara kudeta sekalipun dalam kondisi rakyat belum terdidik dengan syariat, maka tinggal menunggu bom waktu kita akan diberontak. Pengalaman yang sudah2 telah membuktikan.

Lha sekarang menyiapkan rakyat agar terdidik dengan satu syariat saja yaitu “taat waliyyul amr”, susahnya minta ampun salah satunya gara2 banyak da’i yang menggembosi masalah ini, memprovokasi agar rakyat membenci dan tidak mengakui penguasanya.. Kalau seperti ini gimana syariat lainnya yang merupakan derivat dari syariat tsb bisa ditegakkan?

Ustadz Ristiyan Ragil Putradianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: