Ketika Ahlul Bid’ah Mendapatkan Kemenangan

Ada yang berkata, “Di antara musuh Islam adalah mereka yang menganggap dirinya sedang memerangi bid’ah. Tapi juga ada seorang muslim yang merupakan pelaku bid’ah mendapatkan kemenangan, maka ia akan marah”. Namun jika orang kafir yang mendapatkan kemenangan, ia diam tanpa berkomentar. Memang bid’ah lebih besar dosanya daripada maksiat.

*****

Komentar dari pernyataan di atas ini adalah sbb:

  1. Jika memang yang dimaksud bid’ah disini adalah bid’ah mufassiqoh yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, maka benar bahwa kekufuran itu lebih besar dari pada bid’ah.
  2. Akan tetapi jika yang dimaksud dengan bid’ah disini adalah bid’ah yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam dengan menyekutukan Allah, maka antara kekufuran dan kesyirikan itu tidak berbeda karena keduanya sama2 mengeluarkan pelakunya dari islam.
  3. Bahkan dengan kita memperingatkan ummat atas bahaya bid’ah yang mengandung kesyirikan ini lebih diutamakan dari pada kekufuran yang dimiliki oleh orang2 kafir, hal ini dikarenakan banyak diantara kaum muslimin yang belum mengerti hakikat kesyirikan itu sendiri sehingga perlu diberikan peringatan kepada mereka agar tidak terjerumus dalam kesyirikan itu sendiri serta menganggap itu suatu kebenaran, dan lain halnya dengan kekufuran yang ada pada kaum kafir yang memang semua kaum muslimin tidak menganggap itu suatau kebenaran.
  4. Memperingatkan kaum muslimin atas bid’ah yang ada pada ahlu bid’ah tidak melazimkan sikap marah kita kepada mereka ketika mereka mengalami kemenangan, dua hal tersebut tidak melazimkan satu dengan yang lainnya.
    Jadi jika Ahlu sunnah yang memperingatkan kepada kaum muslimin terhadap suatu kelompok yang ada pada mereka itu bid’ah terlebih bid’ah kesyrikian dan kemudian mengalami kemenangan, itu bukan berarti mereka marah atas kemenangan yang ada pada mereka.
    Tapi ini semua dalam rangka menjalankan kewajiban mereka untuk memberikan nasihat kepada kaum muslimin akan bahaya bid’ah pada mereka, sehingga kaum musliminpun tidak menjadikan pembenaran atas bid’ah yang mereka lakukan dari berupa pengagungan kepada kuburan dan lain semacamnya

Semoga bisa dipahami…

Ustadz Agus Susanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: