Andai Mereka Tahu

Jika saya tinggalkan dunia hitam ini lalu saya mau kemana?
Jika saya keluar dari bidang haram ini lalu saya mau kerja dimana?
Jika saya tinggalkan geng saya dengan segala maksiatnya, memangnya ada yang mau berteman dengan saya?

Andai mereka tahu bahwa Pencipta dan Pemilik kehidupan ini telah berfirman:

‏﴿١٠٠﴾ ۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ …

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan kelapangan yang banyak…”
(An Nisaa: 100)

Ternyata…
Ada kehidupan lain yang penuh dengan kehangatan siap menyambut kita.
Banyak bidang dan lapangan pekerjaan yang menunggu kita.
Banyak teman shalih/shalihah yang mau berpijak bersama.

Hanya saja kita belum tahu dan mengenal mereka.

Saudaraku..
ALLAH memastikan bahwa dibalik hijrah ada banyak tempat yang indah, ada banyak kelapangan, rizki, ketenangan serta kebahagaian.

Maka jangan ragu untuk berhijrah dari dosa.

Yang perlu anda lakukan adalah terus melangkah, lalu bersabar dan bertahan, niscaya pertolongan ALLAH dan kelapangan itu pasti menyapa anda.

(Disadur dari Tafsir Ath Thabari dan Al Qurthubi QS. An Nisa ayat 100)

✏ Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Saham Dalam Tertumpahnya Darah Seorang Muslim

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- berwasiat:

من استطاع أن لا يُحال بينه وبين الجنة بملء كفٍّ من دم هراقه فليفعل

“Siapa yang mampu untuk tidak menjadikan penghalang antara dirinya dan surga dengan tidak menumpahkan darah walaupun hanya seluas telapak tangan, hendaknya ia lakukan” [HR Al Bukhari]

Ustadz Aris Munandar -hafizhahullah- menjelaskan makna hadits adalah jangan sampai kita punya saham dalam tertumpahnya darah seorang muslim. Jadi maknanya tidak mesti kita yang membunuh, tapi cukup punya saham dalam pertumpahan darah bisa menghalangi kita ke surga….bagaimana bisa?

Salah satunya dengan lisan, yaitu meng-GHIBAH penguasa /pemerintah dalam rangka provokasi, yang sekarang ini sering dilakukan lewat update status di Facebook.


Jika terjadi gejolak, pemberontakan dan tertumpahnya darah puluhan atau ratusan kaum muslimin, maka si provokator ini punya saham di dalamnya, walaupun hanya dengan SATU status saja yang provokatif dimana pengaruhnya mungkin tidak banyak.

Saya sarankan bagi Anda, selain tidak mengapdet status provokatif dan menjelek-jelekkan penguasa, juga jangan menyumbang jempol ke status semacam itu meskipun itu dilakukan orang yang dikenal sebagai ustadz atau orang berilmu. Karena bisa jadi seperti itu karena gemas sehingga lupa aturan yang telah digariskan agama.
Sehingga kita tidak punya saham walaupun hanya satu klik yang membuat status itu populer, jika -na’udzubillah- nanti terjadi pertumpahan darah.

Silakan download rekaman kajiannya di web radiomuslim, dari pembahasan kitab Afatul Lisan karya Syaikh Sa’id bin Ali Al Qahthani, penulis kitab Hishnul Muslim yang monumental.

Ust Ristiyan Ragil Putradianto

Blog at WordPress.com.

Up ↑