Jin Nasab (Part 9 – selesai)

Part 9 – Selesai

Sudah beberapa lama semenjak saya tulis Part 8. Akhirnya, saya tuliskan Part 9 ini sekaligus sebagai part penutup seri cerita ini.

Bersyukur kepada Allah ta’ala, setelah saya tulis cerita pada Part 8 sudah tidak ada lagi gangguan yang terjadi setelahnya. Namun, untuk mengantisipasi masalah psikologis anak-anak, saya membawa mereka ke psikiater. Alhamdulillah, dokter bilang anak-anak kami sehat-sehat.

Dokter menyarankan untuk mengganti seluruh tema perbincangan di rumah. “No more” cerita-cerita tentang jin. Kami disarankan untuk membuat topik dan suasana baru. Tujuannya agar anak tidak trauma.

Saya pun inisiatif untuk mengajak anak-anak liburan ke Bandung, lalu pulang kampung ke Bekasi (rumah saya), dan Kebumen (rumah istri). Saat pulang ke Bekasi dan Kebumen, saya sampaikan kepada keluarga untuk jangan bertanya-tanya tentang gangguan jin dan semisal. Anggap semua sudah ‘clear’ dan tidak pernah terjadi.

Sengaja kami liburan menggunakan transportasi yang disukai anak-anak. Mulai dari kereta api, sampai bis double decker. Intinya apapun itu yang bisa membuat anak-anak saya ceria kembali, akan saya lakukan. Sekolah online anak-anak pun tak liburkan semua. Biar mereka ceria dan bahagia dulu tanpa beban.

Alhamdulillah, kami kami bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ujian yang kami lalui membuat kami semakin bersyukur.

Dulu saat awal-awal gangguan terjadi, saya sangat emosional, sering menangis. Bahkan saat ditelepon orang tua pun saya menangis seperti anak kecil. Mungkin itu kali pertama orang tua saya melihat anak sulungnya menangis seperti itu. Saya gak pernah menangis di depan orang tua, apalagi sampai sesegukan.

Ditengah down-nya mental saya saat itu, saya banyak mendengar kabar musibah dan cobaan yang dirasakan teman dan kolega saya sendiri. Ada kawan saya yang diuji dengan sakit diabetes sampai harus suntik insulin setiap hari. Ada lagi kawan saya yang diuji dengan kebangkrutan.

Jika saya berada pada posisi kawan saya di atas, mungkin saya tidak mampu menanggungnya. Memang Allah itu sangat adil. DIA menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. So, bagaimana mungkin saya tidak bersyukur?

Saat awal-awal saya sekeluarga tinggal di tempat ustadz Fadlan, ada seorang pasien wanita pimpinan perusahaan. Ia disihir oleh rekan kerjanya sendiri karena sikapnya yang terlalu ‘lurus’, sangat anti korupsi. Jelas rekan kerjanya yang korup menjadi terusik, lantas mengirim sihir kepadanya.

Celakanya, pasien wanita ini tidak bisa membaca Qur’an sehingga mudah baginya terkena serangan sihir. Tidak ada pembentengan diri. Pasien wanita tersebut sudah puluhan kali diruqyah, tapi tak kunjung sembuh.

Melihat kejadian itu, seakan-akan saya sedang diajarkan untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana serta pribadi yang lebih berhati-hati dalam bermuamalah dengan orang lain. Sebisa mungkin minimalisir konflik dengan orang lain yang berpotensi membuat hati orang terluka. Terlebih rekan kerja.

Mungkin saja kita berada pada posisi yang benar, namun kalo ada orang lain yang hasad atau tersinggung dengan sikap kita, bukan tidak mungkin mereka akan main sihir. Jika kita lalai dari dzikrullah, maka akan sangat mudah dukun menyerang dengan sihirnya.

Gangguan jin semakin menambah iman kami kepada Allah ta’ala. Eksistensi bangsa jin yang telah dikabarkan dalam Quran dan Hadits shahih pun terbukti. Kami juga semakin meyakini lemahnya gangguan jin dihadapan dzikrullah. Semakin membuktikan kebenaran Quran dan Haditst.

Memang setiap musibah itu selalu ada hikmahnya. Semoga rangkaian cerita yang sudah saya ceritakan sampai part 9 ini bermanfaat bagi yang membacanya serta bisa diambil hikmahnya.

Saya secara pribadi mohon maaf jika selama menuliskan cerita ini dan dalam membalas komentar ada kata-kata yang salah atau menyinggung. Semoga Allah ta’ala mengampuni dosa kita semua.

Selesai

Hendy Mustiko Aji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: