Mengaji di Kuburan

Tradisi yang masih berlangsung di masyarakat kita, kalau ada salah satu dari anggota keluarganya yang meninggal atau orang tuanya yang meninggal, dia bayar orang untuk ngaji di kuburan keluarganya itu, atau di kuburan orang tuanya.


Coba deh dipikir lagi … kenapa harus di kuburan, apa istimewanya kuburan?
Jika niatnya mendoakan bukankah doa itu bisa dimana saja tanpa kita harus pergi ke kuburan?
Bukankah Nabi ﷺ malah mengatakan “la taj’aluu buyutakum kubuuron / janganlah kalian jadikan rumah² kalian seperti kuburan” (HR. Abu Daud dengan sanad jayyid).


Lihat, kata Nabi, “jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan”, karena kuburan itu bukan tempat khusus untuk beribadah. Kuburan bukan tempat khusus untuk berdoa atau membaca Al Quran seperti halnya di rumah. Makanya kita dilarang menjadikan rumah kita seperti kuburan. Kenapa sekarang kita malah menjadikan kuburan itu sebagai tempat ibadah sepertihalnya di masjid atau di rumah?


Terus kenapa harus membayar orang lain? Bukankah ini bisa merusak keikhlasan mereka?
Mereka beribadah dengan semangat mencari harta dunia sehingga menyebabkan doa mereka tidak dikabulkan.

(Faishal Abu Ibrahim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: