Jin Nasab (Part 1)

Kisah ke 1


Awalnya mukena dan alat sholat suka hilang dan tiba-tiba ditemukan ditempat yang bukan tempatnya. Saya dan istri mengira anak-anak kami yang teledor dalam menyimpan barang.
Namun, kurang lebih 3 mingguan ini kami mengetahui bukan keteledoran anaklah penyebabnya, melainkan kerjaan Jin.


Mukena sholat yang ditaro dikasur, lalu ditinggal sebentar tahu-tahu sudah hilang. Setelah dicari ternyata ada di dalam koper hitam besar yang disimpan dipojokan. Anak-anak gak mungkin bisa menyimpan di sana.
Berulang kejadian seperti itu, namun tempat disembunyikannya berbeda-beda. Pernah disembunyikan di bawah kasur, di helm motor, bahkan pernah juga di toilet kamar mandi kontrakan yang ndak terpakai.
Mengetahui gangguan tersebut, mulailah saya meruqyah rumah dgn Al-Baqarah secara full. Lalu saya Ruqyah mukena dan alat sholat yang suka hilang. Saya simpan di dalam koper kecil, dan kopernya saya Ruqyah.


Ternyata saat tiba waktu solat (note: saya sholat jamaah dgn keluarga di rumah selama COVID), mukena-mukena tersebut hilang dari dalam koper!
Alhamdulillah yang sangat saya syukuri, anak dan istri tidak gentar dan takut. Kami meyakini lemahnya gangguan jin.


Kami mencoba bicara dengan pemilik kontrakan dan tetangga terkait histori rumah. Tetangga mengaku sama sekali gak ada cerita gangguan jin di rumah kontrakan yg saya tempati. Pemilik kontrakan pun mengatakan yg sama. Mereka malah kaget mendengarnya.
Kami rutinkan Al-Baqarah di dalam rumah dan dzikir lainnya. Selain itu, kami juga melawan dengan mencipratkan air daun Bidara yang telah di ruqyah. Walhasil jin menjadi sangat frontal hari ke hari. Jin bisa mematikan lampu saat kami ingin sholat maghrib dan Isya. Setelah lampu mati (keadaan gelap), mukena pun hilang. Persis seperti di film-film. Qadarallah saat kejadian lampu dimatikan saya sedang tidak di rumah.
Malam itu juga tak pindahkan anak istri ke hotel. Pikir kami gangguan itu bersumber dari jin rumah kontrakan saya. Logikanya, kalo ga dirumah berarti gak diganggu. Namun, betapa kagetnya kami, ternyata di hotel pun jin nya ikut. Ditandai dengan hilangnya mukena. Tiba-tiba mukena ada di bawah kasur hotel dan ada di wastafel dengan keadaan basah.


Bingung dengan kejadian tersebut, saya pun membawa anak dan istri ke tempat ust Faharudin di pondoknya untuk konsultasi dan meminta nasihat. Lalu disusul dengan ruqyah oleh ust. Salman. Setelah itu kami mengundang ust. Salman untuk meruqyah di rumah.


Esoknya keadaan belum juga membaik. Bahkan serangan jin pun semakin frontal. Setelah saya dan istri coba lihat, sepertinya jin nya mengincar anak kami, Ummu Abdirrohman. Kami pun mencoba menganalisis, jin apa dan bentuk gangguan jenis apa yang kami terima.
Apakah gangguan jin penunggu kontrakan? tapi mengapa jin nya ikut ketika kami ke hotel? Jika ini gangguan jin penunggu kontrakan, mengapa hanya kejadian saat saya tempati dan g pernah ada cerita sejarah sebelumnya?


Apakah ada yang menyihir/santet saya? tapi mengapa yang ditarget/diganggu anak saya? Lagipula saya ingat-ingat, beberapa hari sebelum ‘serangan’ jin, saya tidak pernah memberikan anak saya makanan/minuman atau pemberian apapun dari orang lain.
Atau ternyata ada bentuk gangguan jin lain?
Hari ke hari semakin frontal bentuk gangguannya, dan semakin jelas bahwa targetnya adalah anak saya. Dimana ada anak saya sendirian di kamar, seketika lampu mati dan hilanglah mukena dan juga Quran yang dibaca.


Serangannya kali ini bukan hanya menghilangkan mukena dan Quran, tetapi juga sudah menyerang fisik. Seperti ingin mencelakakan anak saya. Anak saya yang sedang duduk di kasur, dalam sekejap berpindah ke bawah kasur dengan posisi ditindih kasur (FYI, kami tidak menggunakan dipan). Kepala anak saya pun kepentok lantai. Gangguan terjadi sepanjang hari. Bukan hanya maghrib/malam.
Jin ini juga mulai mengganggu anak kami saat sholat. Saat sholat badannya didorong kencang, kakinya ditarik, saat sujud kepalanya dipentokin ke lantai, wajahnya ditekan ke lantai hingga tidak bisa bernafas.

(Bersambung insya Allah jika banyak yang mau membaca kelanjutannya….)


Nb:
Cerita ini saya tuliskan agar bisa menjadi pelajaran dan menambah keimanan bagi yang membaca

(Sebagaimana diceritakan oleh akhi Hendy Mustiko Aji)

Selanjutnya: https://mistytrail.id/2021/05/31/jin-nasab-part-2-2/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: