Ketika Hidayah Menyapa…

Tetangga saya dulu di sini seorang cewek seksi. Hanya terpisah satu dinding dengan rumah saya.

Ke mana-mana pake tanktop atau rok mini yang kebangetan pendeknya, kerjanya hura-hura dan keluyuran mulu pulang malam sampe subuh.

Sembarang laki-laki jadi tamunya. Istri saya baru bisa merasa lega setelah cewek ini pindah entah ke mana, sayapun ikut lega secara saya jadi korban perasaan disuudzoni mulu disangka suka melirik-lirik.

Qadarullah bertahun kemudian kami menemuinya di tempat ngaji.

Gak kenal, hingga ia menegur duluan.

Gimana mau kenal kalo orangnya sudah bercadar dan jubah hitam nyaris tertutup semua, menikah dengan pria jenggotan bercelana cingkrang.

(Arham Rasyid)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: