Mengapa Masih Tidak Mau Mendoakan Kebaikan Atas Pemimpin?

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan:

“Siapa yang tidak mendoakan kebaikan untuk penguasa, maka pada dirinya ada bid’ah yang jelek, yaitu bid’ah khawarij, yang memberontak kepada para penguasa.

Kalau dirimu menginginkan kebaikan, untuk Allah, untuk kitab-Nya, rasul-Nya, serta para pemimpin muslimin dan rakyatnya, maka mestinya engkau doakan kebaikan ke penguasa. Karena jika mereka baik, maka rakyat akan mendapatkan kebaikan.

Adapun sebagian orang, jika mereka melihat ada penyimpangan pada penguasanya lalu dinasehati agar mendoakan hidayah pada penguasa, mereka mengatakan: “Tidak, dia tidak akan dapat hidayah dari Allah! Justru aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menghancurkannya!”. Bagaimana tidak mungkin Allah beri hidayah, sedangkan Allah telah memberi hidayah kepada sebagian pemimpin kekufuran?

Lalu seandainya ditakdirkan bahwa Allah hancurkan penguasa ini, sebagaimana itu yang engkau harapkan sekarang, lantas siapa yang memerintah setelahnya? Siapa penggantinya? Coba sekarang rakyat di negeri-negeri Arab yang mengalami revolusi, tanya ke mereka: Mana yang lebih baik kondisinya? Kondisi dulu ketika masih kerajaan atau setelah revolusi? Mereka semua, baik yang sedang berdiri, duduk, atau tiduran, akan mengatakan secara serempak: Kondisi dulu ketika masih kerajaan, 1000 kali lebih baik. Ini sangat jelas. [Liqa Bab Al Maftuh, no 169)

Teks:
الذي لا يدعو للسلطان فيه بدعة من بدعة قبيحة، وهي: الخوارج -الخروج على الأئمة- ولو كنت ناصحاً لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم لدعوت للسلطان؛ لأن السلطان إذا صلح صلحت الرعية، أما بعض الناس إذا رأى من سلطانه انحرافاً وقيل: ادع الله أن يهديه، قال: لا لا هذا لن يهديه الله، ولكن أدعو الله أن يهلكه إذاً! كيف لا يهديه الله، أليس الله هدى بعض أئمة الكفر؟!!
ثم إذا قدر أن الله أهلكه كما تحب أنت الآن من الذي يتولى بعده؟ من البديل؟ الآن الشعوب العربية التي قامت على الثورة اسأل أهل البلدان: أيها أحسن: عندما كانت البلاد ملكية أو لما كانت ثورية؟ سيقولون بلسان واحد بآن واحد قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم: عندما كانت ملكية أحسن بألف مرة، وهذا شيء واضح”
[لقاء الباب المفتوح، اللقاء رقم 169].

(Ust Ristiyan Ragil Putradianto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: