Kami Adalah Umat Pertengahan

[Bismillah]

Prinsip kami tidak pernah berubah. Terhadap urusan politik dan pemerintahan, kami tidak terlalu nge-hype berekspektasi tinggi, dan tidak pula terlalu under-estimate. Biasa-biasa saja.

Ingin nge-hype berekspektasi tinggi, kami sadar bahwa politik di negeri ini tidak sesuai dengan ruh syariat Islam. Pagi lawan sore kawan. Siang musuh malam sekutu. Hari ini bertarung besok bergabung. Penuh intrik dan ketidak pastian.

Ingin terlalu under-estimate, hanya akan menyebabkan kurangnya rasa syukur dan hormat; kemudian gemar mencari-cari dosa dan kesalahan pemimpin, untuk diumbar serta dijadikan bahan cacian olokan; sedangkan manhaj Islam melarang yang demikian.

Jadi ya…..biasa biasa saja.

Terhadap pejabat pemerintahan, kami tidak terlalu memuji dan membela membabi buta; tidak pula mencaci atau merendahkannya.

Kami tidak pernah ikut heboh dan larut dengan pemberitaan politik apapun. Apakah itu berarti kami tidak peduli akan nasib bangsa dan negara?

Pertanyaan balik:
Apakah sikap peduli harus diwujudkan dengan menghabiskan waktu dan tenaga dengan politik yang bukan bidang kita?

Diam bukan berarti tidak peduli. Dunia terus berputar, silih berganti. Kami hanya berusaha menyikapi persoalan apapun sesuai kapasitas yang diajarkan oleh agama, diiringi doa dan keyakinan akan pertolongan-Nya.

—Shobahul khoir—

(Ust Ammi Ahmad)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: