Akibat kebanyakan aksi, tapi ngga’ mau ngaji.
Cita²nya Jihad, tapi jihad di jalan demokrasi, dan yang dimusuhi adalah saudara semuslim sendiri.
Cita²nya perang, tapi perang melawan pemerintah, yang mayoritas juga masih muslim.
Polisinya muslim, TNI-nya muslim, bahkan pemimpinnya juga muslim, mereka (pak polisi dan TNI) juga sholat sama seperti kita sholat. Berpuasa sama seperti kita berpuasa.
Perintah Nabi untuk bersabar tidak digubris, perintah Nabi untuk tetap mendengar dan taat juga tidak digubris.
Benar apa kata Imam Malik rahimahullah,
إن اقواما ابتغوا العبادة، وأضاعوا العلم فخرجوا على أمة محمد بأسيافهم ولو ابتغوا العلم لحجزهم عن ذلك.
“Sungguh ada kaum-kaum yang mengejar ibadah tapi mengabaikan ilmu. Sehingga mereka pun keluar dengan sambil membawa pedang menuju ummat Muhammad.
Seandainya mereka menuntut ilmu, niscaya ilmu itu akan mencegah mereka berbuat demikian”.
(Miftah daaris sa’adah 1/119)
Kawan,
Sesalah apapun saudaramu, darah dan kehormatannya tetap tidak halal untuk kau rusak.
(Faishal Abu Ibrahim)
Leave a Reply