Ghuluw kepada Keturunan Nabi

Andai mereka tahu dan paham penyimpangan Asy’ariyah, tahu dan paham urgensi Tauhid yang lurus, dan mendapat taufiq dan hidayah dari Allah, sungguh mereka tidak akan berlaku ghuluw apalagi terhadap seseorang yang jelas penyelisihannya atas aqidah ahlussunnah.

Cukuplah ittiba’ terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, istiqamah di atas manhaj dan fahmi salaf, dan bukannya ghuluw dan ta’ashub terhadap tokoh yang sanggup menyihir manusia dengan orasinya yang berapi-api membakar, padahal ada penyimpangan besar dalam aqidahnya. Keturunan Nabi bukanlah nabi. Mereka tidak ma’shum.

Tetapi kebanyakan orang fanatik buta karena memang sesungguhnya tidak paham manhaj dalam beragama, tetapi merasa paham.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: