Tetap Berusaha di Atas Ketaatan Walaupun

Teruslah berusaha di atas ketaatan, meski saat ini dirimu masih belum mampu melepaskan diri dari maksiat. Semoga Allah memperbaiki keadaan dirimu dgn sebab ketaatanmu tsb.


Betapa sering kita dapati orang yg muamalah nya bagus, tutur katanya baik, tidak pernah menyakiti atau merugikan orang lain, namun kesehariannya dikenal sebagai orang yg gemar bermaksiat atau berbuat bid’ah, dan ketika mereka dinasehati untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya, lisannya menjawab; “Urus saja urusanmu sendiri, jangan kebanyakan ngurusin orang”, seraya membanding-bandingkan keadaan dirinya dengan orang yg casingnya terlihat shaleh namun lisannya kotor, ‘munafiq’; – seakan hendak menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dari mereka; “ana khoiru minhum.”

Abdul Hakim

Ruh Berkumpul dengan Sesamanya

Kita bertemu dengan rûh yang kita tidak mengenali roman mukanya..

Kita menyukai kata-kata tanpa melihat kepada siapa yang menulisnya..

Kita menangis bersama banyak mata yang mata kita belum pernah melihatnya..

Dan kecintaan rûh tetaplah yang tertinggi pada apa yang kita kenal..

Kasih sayang dan perasaan cinta bukanlah dengan kedekatan jasâd..

Tetapi ia ada dengan kedekatan hati dan kesamaan rûh..

Alangkah indahnya ketika engkau menjadi sumber kepercayaan dan kenyamanan bagi banyak manusia, padahal mereka hanya mengenalimu melalui kata-katamu saja..

IG Penerjemah: @mencari_jalan_hidayah

Satu Istri Shalihah Lebih Baik Daripada

Satu orang istri shâlihah bermanhaj salaf lagi faqîr lebih baik dari seribu istri yang kaya bertabarruj lagi berpakaian tapi telanjang

Allâhumma inniy asaluka zawjatan shâlihah (wahai Allâh sesungguhnya Aku meminta kepadamu istri yang shâlihah)

IG Penerjemah: @mencari_jalan_hidayah

Persaudaraan Karena Allah

Ibnu Taimiyyah rahimahullâh berkata:

“Perumpamaan persaudaraan karena Allâh itu seperti tangan dan mata, dan apabila mata menangis tangan akan mengusap air matanya, dan apabila tangan sakit mata akan menangis karenanya, jika engkau memiliki teman yang membantumu di atas ketaatan maka gemggamlah erat tanganmu dengannya, karena sungguh mengambil teman itu sulit, dan melepaskannya mudah.”

[Al-Jalîsus Shâlih Wal Jalîsus Sû’]

IG Penerjemah: @mencari_jalan_hidayah

‘Iffah dan Pandangan

‘Iffah seorang wanita diawali dari meninggalkan menarik pandangan, ‘iffah seorang lelaki diawali dengan menundukkan pandangan, dan ‘iffah hati diawali dari mengagungkan perintah-perintah Rabbul basyar (Rabb manusia yakni Allâh).

IG Penerjemah: @mencari_jalan_hidayah

Hati-Hati dalam Berfatwa dalam Bab Poligami

Masih banyak ikhwah yang membahas poligami di beranda.


Kita ingin sedikit memberi sudut pandang berfikir:
Banyak yang menentang poligami dengan alasan laki-laki tidak mampu, bahkan tidak sedikit para da’i juga ikut berbicara demikian, tapi saat mereka berbicara sisi ketidak mampuan laki-laki berpoligami ini, disayangkan mereka tidak berbicara sudut pandang lain yang juga tidak kalah besar mafsadatnya (zina) saat membahas dalam pembahasan yang sama.


Bila bertemu 2 kemudharatan yang tidak bisa ditinggalkan bersamaan apa yang anda fatwakan ?
2 kemudharatan itu:

  1. Menikah dengan keadaan apa adanya
  2. Berzina diam-diam dengan dalih takut miskin dan takut tidak berbuat adil.
    Keadaan 1 memiliki mudharat mungkin akan menelantarkan keluarga dalam sudut pandang terbatas manusia, padahal dalam masalah ini masih ada peluang akan menjadi mampu karena rizqi ada di tangan Allâh bukan pada pemilik fatwâ.
    Keadaan 2 tidak kalah besar mafsadatnya, dan sulit untuk menghindar darinya bagi siapa yang syahwatnya misalnya melebihi syahwat rata-rata laki-laki pada umumnya, mungkin mereka bisa selamat dari zina akbar, tapi belum tentu mereka bisa selamat dari zina hati, zina mata, zina tangan, zina telinga, dan lain-lainnya

Hati-hati dalam berfatwâ, karena andai terjadinya perzinahan dengan sebab orang takut menikah akibat fatwâ anda, lalu memilih jalan yang salah karena tidak punya jalan untuk kemaslahatan dirinya, maka anda mungkin saja akan terkena juga dosanya, seberapa sering mereka berzina mungkin saja anda akan terkena dampaknya akibat fatwâ anda yang menutup jalan ini.
Bicaralah dengan baik atau diam.


Berfatwâlah sesuai kondisi lapangan, lihat situasi keadaan, dan jangan menggeneralisir.
Bila anda seorang da’i yang tidak setuju poligami jangan menggunakan kata “Kita” telah merusak citra poligami karena memaksakan diri untuk melakukannya, tapi katakanlah “saya” telah merusak citra poligami.


Karena apa yang anda temui tidak mewakili semua, karena anda ya anda, dan anda bukan orang lain.
Bisa jadi anda berpoligami karena ingin gaya-gayaan, tapi banyak selain anda ingin berpoligami karena ingin menyelamatkan diri mereka agar terhindar dari zina.

Catatan:
Jangan anda katakan anda kuat, ingat telah banyak contoh para da’i baik sudah mengaji sunnah ataupun belum mengaji sunnah tatkala mengaku kuat dengan 1 istri lalu Allâh uji, akhirnya mereka berpoligami, bahkan ada diantara mereka langsung redup di tengah popularitas mereka.

Dihyah Abdussalam

Bahtera Penyelamat di Akhir Zaman itu Bernama

Hendaknya kitapun menangisi atas mereka dari keluarga kita yang belum mau naik ke bahtera bernama Tauhid dan Sunnah, yang dengan itu Allah selamatkan kita dari hukuman yang meluluh-lantak seperti air bah yang datang bergulung bersama zaman-zaman yang penuh fitnah maksiat dan dajjaliyyun.
.
Sungguh, sungguh sangat celaka mereka yang menyia-nyiakan bahtera penyelamat berupa petunjuk terhadap aqidah yang lurus.

Husnul Khatimah itu …

Husnul khatimah itu bukan selalu bahwa seseorang itu mati dalam keadaan sedang bersujud di shalat malam atau dalam keadaan sedang membaca mushaf. Sejarah mencatat bahwa tokoh-tokoh khawarij mati terbunuh sementara lisannya tak henti melafalkan ayat-ayat al-Quran.

Bisa jadi pula seorang yang berpemikiran kuburiyyun mati dalam keadaan sedang sujud dalam shalat malam, sementara ia membawa keyakinan kuburiyunnya itu sampai akhir hayat.

Maka husnul khatimah adalah seseorang yang mati dalam keadaan bertauhid terlepas dari syirik, baik ia mati dalam keadaan terbaring di atas ranjangnya maupun dalam keadaan sujud shalatnya.

(HWWW)


Kuburiyyun: pemuja kuburan, baik meminta langsung kepada penghuni kubur maupun memperantarai doa kepada Allah melalui penghuni kubur. Keduanya pembatal keislaman.

Blog at WordPress.com.

Up ↑